Kisah Siti Patimah, dari Titik Terendah Menuju Tanah Suci

Ilustrasi umrah. Foto: Freepik.com.

Kisah Siti Patimah, dari Titik Terendah Menuju Tanah Suci

Fachri Audhia Hafiez • 27 March 2026 09:31

Jakarta: Bagi Siti Patimah Azzahra, hidup adalah sebuah narasi panjang tentang ketangguhan. Tumbuh dalam kesederhanaan, Siti pernah berada di titik nadir saat impian akademisnya nyaris tumbang akibat himpitan finansial dan tekanan pekerjaan. 

Namun, roda nasib berputar ketika sebuah momentum yang tidak hanya menyelamatkan studinya. Namun, juga mengantarkannya memijak kursi manajerial hingga berkali-kali mengunjungi Baitullah.

“Dalam setiap fase hidup, selalu ada tantangan yang membuat kita hampir menyerah. Tapi saya percaya, selama kita terus berusaha dan bersyukur, akan selalu ada jalan yang dibukakan,” kata Siti dikutip dari Media Indonesia, Jumat, 27 Maret 2026.
 


Siti mengenang masa-masa sulit saat skripsinya terbengkalai dan ancaman mutasi kerja membayangi. Bergabung dengan perusahaan permodalan pada 2017 menjadi jawaban atas doa-doanya. Ia mendapatkan lokasi tugas yang mendukung penyelesaian kuliahnya hingga wisuda tepat waktu. 

Tak butuh waktu lama bagi Siti untuk membuktikan dedikasinya. Di tahun pertamanya, ia dinobatkan sebagai salah satu dari 60 Best Employee pilihan, sebuah prestasi yang membawanya kembali ke Jakarta dengan kebanggaan baru.

Keberuntungan dan kerja keras Siti terus berlanjut. Pada 2018, ia dipercaya mengemban amanah baru sekaligus menerima reward umrah pertamanya dari perusahaan. 


Ilustrasi. Foto: Freepik.com.

Setelah itu, Siti menjadi motor penggerak dalam memberdayakan perempuan prasejahtera dan menyebarkan semangat kemandirian ekonomi yang pernah menyelamatkan hidupnya sendiri.

Konsistensi Siti dalam bekerja kembali membuahkan hasil manis. Atas kinerjanya sepanjang tahun 2023, ia kembali mendapatkan penghargaan ibadah umrah untuk kedua kalinya pada 2024. 

Melangkah lebih jauh, pada 2025, Siti melanjutkan pendidikan ke jenjang Magister (S2) melalui fasilitas beasiswa dari perusahaan. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan finansial di masa lalu bukanlah penghalang untuk meraih pendidikan setinggi langit.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)