Orang Tua Anak Korban Bunuh Diri di Ngada Tak Terdata Penerima Bansos

ilustrasi medcom.id

Orang Tua Anak Korban Bunuh Diri di Ngada Tak Terdata Penerima Bansos

Whisnu Mardiansyah • 4 February 2026 22:05

Kupang: Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, mengungkapkan orang tua dari bocah Sekolah Dasar (SD) yang bunuh diri di Kabupaten Ngada tidak masuk dalam daftar penerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah. Hal ini disebabkan masalah data administrasi kependudukan.

“Ini saya tahu ternyata data kependudukannya tidak ditopang. Dia pindah dari Nagekeo ke Jerebuu ternyata adminduk dia belum diamankan,” kata Melki Laka Lena di Kupang seperti dilansir Antara, Rabu, 4 Februari 2026.

Pernyataan itu disampaikan Gubernur ketika ditanya terkait orang tua korban yang tidak terdaftar dalam daftar warga penerima bantuan sosial. Ia meminta pemerintah setempat segera membereskan hal tersebut, karena masalah ini hanya menyangkut selembar kertas.

“Inikan cuma soal kertas selembar. Segera bereskan, yang begini-begini seharusnya tidak terjadi,” tambah dia.
 


Ia mengatakan tidak ingin menyalahkan siapa pun atas penyebab orang tua korban tidak menerima bantuan. Gubernur berharap kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Saat ini tidak hanya di Kabupaten Ngada, ia memerintahkan agar semua kepala daerah benar-benar mendata keluarga miskin yang layak menerima bantuan sosial. Ia mengatakan pemerintah daerah sudah berdiskusi akan membangun rumah layak huni bagi orang tua korban dan memberikan bantuan materil lainnya.

Sebelumnya, seorang siswa SD di Kabupaten Ngada, NTT, mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di pohon cengkeh dan meninggalkan sepucuk surat untuk ibundanya yang berinisial MGT (47 tahun).


Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Antara/M Riezko Bima Elko Prasetyo

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)