Para penumpang terdampak penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu, 6 September 2026. Metrotvnews.com/ Hendrik Simorangkir.
Menhub Minta Maskapai Segera Proses Refund Tiket Imbas Erupsi Anak Krakatau
Hendrik Simorangkir • 6 September 2026 17:15
Tangerang: Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi meminta maskapai penerbangan untuk memberikan hak pengembalian dana atau refund tiket secara penuh kepada para penumpang. Kebijakan ini menyusul pembatalan seluruh penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
"Kepada airlines untuk memberikan pemberitahuan kepada para penumpang proses refund tiketnya. Karena memang penerbangannya artinya dilakukan pembatalan. Yang paling penting bahwa hak-hak mereka untuk pengembalian tiket itu harus dijamin oleh para airlines," ujar Dudy di Posko Penanganan Terminal 1B Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu, 6 September 2026.
Dudy menuturkan, mengingat situasi darurat ini belum dapat diprediksi kepastian waktunya, maskapai diminta segera memberikan informasi transparan kepada para penumpang agar tidak menunggu tanpa kejelasan di area bandara.
"Segera disampaikan, karena memang ada banyak penumpang yang masih berharap mereka masih bisa terbang. Namun dengan kondisi yang bisa teman-teman saksikan, kemungkinan tidak dalam waktu dekat tentunya kita bisa membuka Bandara Soekarno-Hatta," jelas Dudy.
"Kita akan membuka kalau memang kita jamin bahwa kondisi keselamatan itu sudah bisa kita ketahui dengan pasti," tegasnya.
Terkait durasi penutupan bandara, pihak Kementerian Perhubungan terus berkoordinasi secara intensif dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) guna memantau arah pergerakan angin dan sebaran abu vulkanik.
"Jadi, kita akan senantiasa memperbarui informasi melalui BMKG. Kita belum bisa memastikan kapan akan berakhir karena seperti mana kita ketahui bahwa cuaca tentunya mungkin terlalu dinamis," urai Dudy.
.jpg)
Menhub Dudy Purwagandhi di Posko Penanganan Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta. (Metrotvnews.com/Hendrik S)
Ia mengungkapkan, berdasarkan laporan BMKG, pergerakan angin di setiap lapisan ketinggian udara sangat bervariasi, ada yang mengarah ke timur hingga ke barat. Faktor inilah yang menuntut kehati-hatian ekstra dari otoritas penerbangan sebelum memutuskan membuka kembali rute udara.
"Sehingga ini yang harus kita pastikan bahwa arah angin itu tetap bergeser. Kita monitor terus," tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menhub memastikan bahwa seluruh penerbangan di enam bandara utama yang terdampak telah resmi dibatalkan demi menjaga keselamatan bersama.
"Semua yang ada di enam bandara kita batalkan penerbangannya. Nanti detailnya dari pihak Angkasa Pura yang akan menyampaikannya jumlahnya. Tapi yang pasti bahwa semua penerbangan Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Husein Sastranegara, dibatalkan," pungkasnya.