Indonesia-Australia Siap Berkolaborasi Kembangkan Budidaya Perikanan Tematik di Pedesaan

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono bersama Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier di Jakarta. (dok. Kementerian Kelautan dan Perikanan)

Indonesia-Australia Siap Berkolaborasi Kembangkan Budidaya Perikanan Tematik di Pedesaan

Patrick Pinaria • 2 September 2026 14:40

Jakarta: Indonesia dan Australia berencana meningkatkan kerja sama perikanan, khususnya di bidang teknologi budidaya untuk menjaga ketahanan pangan di dua negara. 

Teknologi yang dimaksud adalah mini Recirculating Aquaculture System (RAS) untuk mendukung program budidaya darat tematik yang siap dijalankan Kementerian Kelautan dan Perikanan di ratusan desa perikanan potensial di Indonesia.

"Saya sudah melihat langsung bagaimana sistem RAS ini berjalan di Tasmania untuk meningkatkan produktivitas perikanan budidaya di sana. Di Indonesia, kami siap mengembangkan 40.000 unit mini-RAS untuk diterapkan di ratusan desa di Indonesia," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat bertemu Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier di Kantor KKP, Jakarta Pusat, Selasa, 1 September 2026.


Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan rencana pengembangan teknologi mini-RAS dalam pertemuan dengan Duta Besar Australia. (Foto: dok. Kementerian Kelautan dan Perikanan.)

Mini RAS merupakan sistem budidaya yang memungkinkan pengelolaan dan penggunaan kembali air dalam sistem produksi sehingga kondisi lingkungan pemeliharaan dapat dikendalikan secara lebih optimal. Penerapan teknologi tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas dan efisiensi kegiatan budidaya.

Adapun komoditas perikanan budidaya tematik yang siap dikembangkan saat ini menggunakan teknologi mini RAS adalah nila dan lele. Namun ke depan, KKP juga berencana mengembangkan budidaya perikanan untuk komoditas pangasius, barramundi, grouper, hingga jade perch.
 



Menteri Trenggono menambahkan, peningkatan kerja sama budidaya diarahkan tidak hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga untuk menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat. 

"Harapan kami peningkatan kerja sama perikanan ini tidak sebatas investasi, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas produksi, transfer teknologi, dan keberlanjutan ekosistem yang dibangun," pungkas Menteri Trenggono.

Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier menyampaikan Australia memiliki pengalaman dalam pengembangan teknologi dan industri budidaya perikanan yang dapat menjadi ruang pertukaran pengetahuan dengan Indonesia. Pengalaman tersebut, termasuk dalam hal riset untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi dampak lingkungan.

"Kerja sama Indonesia dan Australia sangat penting. Semoga ke depannya Indonesia dan Australia dapat melihat kekuatan masing-masing agar dapat bersama-sama membangun, serta menjaga ekosistem dan ketahanan pangan," ujar Rod Brazier.

(Patrick Pinaria)