Macan Tutul yang Sempat Serang Warga Pacet Bandung Segera Direlokasi

Kondisi seekor macan tutul (Panthera pardus melas) jantan yang ditangkap karena masuk pemukiman. (ANTARA/HO-BBKSDA Jabar)

Macan Tutul yang Sempat Serang Warga Pacet Bandung Segera Direlokasi

Lukman Diah Sari • 3 September 2026 10:19

Garut: Seekor macan tutul Jawa (Panthera pardus melas) yang sempat masuk ke permukiman dan menyerang warga di kawasan Pacet, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Februari 2026, kini dilaporkan dalam kondisi sehat usai menjalani masa rehabilitasi di Taman Satwa Cikembulan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

"Yang jelas untuk sementara ini dalam kondisi sehat, tapi masih perlu perawatan lebih lanjut," kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Garut Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Vitriana Yulalita, saat dihubungi dari Garut, Kamis, 3 September 2026, melansir Antara.

Ia menuturkan, satwa dilindungi tersebut sebelumnya ditangkap di Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, pada Februari 2026, untuk kemudian dititipkan di Taman Satwa Cikembulan guna menjalani rehabilitasi medis.

Saat dievakuasi, macan tutul tersebut berada dalam kondisi terluka dan membutuhkan perawatan intensif untuk proses pemulihan. Berkat penanganan yang telaten, kondisinya kini telah berangsur pulih dan sudah bisa berjalan serta makan secara normal.

Namun, demi mendukung proses pemulihan yang lebih maksimal sebelum dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya, satwa tersebut dipindahkan ke Yayasan Cikananga Konservasi Terpadu (YCKT) di Sukabumi.

"Kalau Cikembulan kan dia taman satwa, jadi fokus kelolanya berbeda. Kalau lembaga seperti YCKT itu dia fokusnya sebagai pusat penyelamatan," ujar Vitriana.

Kondisi seekor macan tutul (Panthera pardus melas) jantan yang ditangkap karena masuk pemukiman. (ANTARA/HO-BBKSDA Jabar)

Ia berharap, pemindahan macan tutul ke YCKT dapat mengoptimalkan proses rehabilitasi lanjutan sehingga satwa tersebut memiliki peluang besar untuk kembali ke alam bebas.

"Diharapkan penanganan dan fasilitas untuk mempersiapkan kondisi terbaik satwa juga lebih optimal. Kita semua berharap masih bisa dilepasliarkan kembali di lokasi yang tepat," tambahnya.

Sebelumnya, rehabilitasi macan tutul berjenis kelamin jantan ini dilakukan melalui sistem karantina ketat. Satwa tersebut mendapatkan perawatan khusus dari dokter hewan serta tim medis yang memantau perkembangannya setiap hari.

Setiap hari, tim medis secara berkala memantau berbagai indikator kesehatan, mulai dari pola makan, pola minum, hingga perilaku harian, hingga akhirnya satwa tersebut dinyatakan layak secara fisik untuk menjalani pemulihan lanjutan.

(Lukman Diah Sari)