Pemudik pejalan kaki berjalan menuju kapal feri di Dermaga Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu, 1 April 2026. ANTARA/Novi Husdinariyanto
Antrean Truk Logistik di Pelabuhan Ketapang Terurai
Whisnu Mardiansyah • 4 April 2026 14:09
Banyuwangi: PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menyebutkan antrean panjang kendaraan truk logistik menuju Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk saat ini sudah terurai. Aktivitas penyeberangan berjalan normal.
"Alhamdulillah sejak (Sabtu) pagi tadi antrean panjang sudah terurai, baik dari arah utara (Situbondo-Banyuwangi) maupun dari arah selatan (Jember-Banyuwangi), dan arus penyeberangan Ketapang-Gilimanuk berjalan normal," kata General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Arief Eko, di Banyuwangi seperti dilansir Antara, Sabtu, 4 April 2026.
Sebelumnya, dalam beberapa hari terakhir pasca arus mudik Lebaran 2026 dan berakhirnya pembatasan operasional kendaraan barang sumbu tiga ke atas, jalan nasional menuju Pelabuhan Ketapang (Situbondo-Banyuwangi) mengalami antrean panjang hingga belasan kilometer.
Menurut Arief Eko, ASDP sudah bergerak cepat sejak terjadi antrean panjang kendaraan, khususnya truk logistik yang akan menyeberang ke Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, melalui Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
Baca Juga :
404 Ribu Pemudik Kembali ke Bali via Ketapang
Arief menyampaikan, ASDP bersama pemangku kepentingan terkait lainnya, termasuk kepolisian, terus memperkuat penanganan agar antrean dapat terurai. Hasilnya, sejak Sabtu pagi antrean terurai dan penyeberangan kembali normal.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan lainnya termasuk kepolisian dan TNI yang turut membantu mengurai antrean di jalan menuju Pelabuhan Ketapang," tutur dia.
Sebelumnya, Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Yossianis Marciano, mengungkapkan pada tahun ini ASDP akan mengupayakan peningkatan fasilitas dan sarana prasarana. Peningkatan tersebut termasuk penambahan dermaga di sisi Pelabuhan Ketapang maupun Pelabuhan Gilimanuk.
"Kami juga akan melakukan penataan kembali pelabuhan, baik di Ketapang maupun di Gilimanuk, sehingga ke depan semakin lancar," kata dia.

Antrean kendaraan roda empat pemudik di area parkir utama Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, jawa Timur. Minggu (29/3/2026) ANTARA/Novi Husdinariyanto (Banyuwangi)
Yossi mengajak operator kapal lainnya (swasta) untuk mengganti armada mereka dengan kapal yang lebih besar dari yang ada saat ini. Ia mendorong operator swasta yang beroperasi di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk untuk melakukan hal serupa.
Menurut dia, puluhan kapal feri yang beroperasi di Selat Bali saat ini rata-rata berkapasitas kecil. Akibatnya, daya tampung atau daya angkut menjadi tidak maksimal.
"Karena pertumbuhan penduduk terus tinggi, dan ini harus pula diiringi dengan menyediakan kapal-kapal berukuran besar," kata dia.