Sudah Masuk April, Tapi Masih Hujan? Begini Penjelasan Lengkap BMKG

Ilustrasi Pexels

Sudah Masuk April, Tapi Masih Hujan? Begini Penjelasan Lengkap BMKG

Muhamad Marup • 6 April 2026 13:20

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya memprediksi awal musim kemarau akan dimulai pada April 2026, namun hingga kini sejumlah wilayah di Indonesia masih terus diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Menanggapi kondisi tersebut, BMKG menjelaskan bahwa cuaca saat ini sedang berada di masa peralihan sehingga masih terdapat potensi hujan lebat yang mengintai. Mengutip laman resmi BMKGpada masa peralihan pancaroba, hujan lebat diperkirakan akan terjadi di sejumlah wilayah, bersamaan dengan munculnya titik panas (hotspot) di beberapa daerah.

Berdasarkan laporan BMKG intensitas hujan ringan hingga sangat lebat terjadi di berbagai wilayah pada akhir Maret hingga awal April. Curah hujan sangat lebat terpantau di wilayah Maluku dengan 134,3 mm/hari, Sumatera Barat 86,6 mm/hari, Kalimantan Barat 58,3 mm/hari dan Nusa Tenggara Barat (NTB) 57,5 mm/hari.

BMKG menjelaskan, kondisi hujan deras ini turut dipicu oleh aktivitas gelombang atmosfer berupa gelombang Equatorial Rossby, Kelvin dan Mixed-Rossby Gravity (MRG) yang masih berpengaruh di sejumlah wilayah. Madden-Julian Oscillation (MJO) spasial yang aktif di sebagian besar wilayah Sumatra, serta mulai beralihnya dominasi monsun Asia menjadi monsun Australia turut memicu terbentuknya pola sirkulasi dan konvergensi di beberapa wilayah.

Wilayah Berpotensi Hujan Lebat

BMKG mencatat hingga beberapa hari ke depan (6 - 9 April 2026), terdapat sejumlah wilayah yang berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat, di antaranya:

1. Intensitas sedang hingga lebat

  • Sumatra: Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu dan Lampung.

  • Jawa: Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Banten, DKI Jakarta.

  • Kalimantan & Sulawesi: Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

  • Papua: Sebagian besar wilayah Papua Pegunungan dan Papua Tengah.

2. Intensitas hujan lebat - sangat lebat

  • Jawa Timur, Kalimantan Timur, Papua Pegunungan dan Papua Selatan.

3. Angin kencang: Nihil.

Imbauan BMKG


Ilustrasi hujan Medcom.id


BMKG menegaskan, meski saat ini mulai memasuki musim kemarau namun tidak berarti hujan akan langsung berhenti total. Awal musim kemarau 2026 terjadi secara tidak bersamaan di tiap zona musim (ZOM). Hingga awal April, baru sekitar 7 persen wilayah Indonesia atau 49 ZOM yang benar-benar masuk musim kemarau, sementara sisanya masih dalam masa peralihan.

“Kemarau tahun ini datang secara bertahap, sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi akan masuk awal musim kemarau pada bulan April, Mei, dan Juni 2026. Musim kemarau tidak terjadi secara serentak maupun langsung berhenti hujan,” ungkap BMKG melalui komentar di akun instagram resminya @infobmkg, dikutip Senin, 6 April 2026.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Selain itu, warga diminta rutin memantau prakiraan cuaca melalui aplikasi Info BMKG atau kanal resmi media sosial BMKG untuk mendapatkan informasi terkini sebelum beraktivitas di luar ruangan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)