Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Foto: Anadolu
Presiden Iran Kecam Penghinaan kepada Paus Leo oleh Donald Trump
Fajar Nugraha • 14 April 2026 12:26
Teheran: Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Senin 13 April 2026 mengecam penghinaan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang ditujukan kepada Paus Leo XIV.
Presiden Pezeshkian menambahkan bahwa menunjukkan rasa tidak hormat terhadap Paus Leo dan Yesus tidak dapat diterima.
“Kami mengecam pernyataan Trump atas nama bangsa Iran yang agung, dan penodaan terhadap Yesus, nabi perdamaian dan persaudaraan. Ini tidak dapat diterima oleh siapa pun yang merdeka,” tegas Pezeshkian, seperti dikutip dari Anadolu, Selasa 14 April 2026.
“Di era ketika gemuruh bom dan hiruk pikuk para panglima perang dan agresor membebani hati nurani dunia, kata-kata Paus Leo XIV menggemakan seruan mendalam Injil: ‘Berbahagialah orang-orang yang menciptakan perdamaian’,” kata juru bicara kementerian Esmail Baghaei di X.
Baghaei menambahkan bahwa menghina Paus “bukan hanya tidak Kristen,” tetapi juga “serangan terang-terangan terhadap advokasi yang bertanggung jawab untuk perdamaian, keadilan, dan kemanusiaan.”
Pernyataan Pezeshkian dan Baghaei muncul setelah Trump melancarkan serangan terhadap Paus Leo, menyebutnya “lemah dalam menangani kejahatan” dan “buruk untuk kebijakan luar negeri,” sambil juga mempertanyakan keadaan pemilihannya Mei lalu.
Trump juga mengkritik sikap Paus terhadap isu-isu internasional, termasuk perang Iran, dan menyarankan bahwa kepemimpinannya di Gereja Katolik bermotivasi politik.
Presiden AS itu juga membagikan foto yang dihasilkan AI di Truth Social yang menggambarkan dirinya sebagai sosok seperti Yesus.
Sebagai tanggapan, Paus mengatakan bahwa ia tidak takut pada pemerintahan Trump dan akan terus berbicara menentang perang, menekankan bahwa posisinya berakar pada prinsip-prinsip agama dan bukan politik. Ia juga mengatakan bahwa ia tidak berniat untuk berdebat langsung dengan Trump.
Pertukaran ini terjadi di tengah kritik Paus Leo yang semakin vokal terhadap perang AS-Israel di Iran, termasuk seruan untuk mengakhiri konflik dan kecaman terhadap apa yang ia gambarkan sebagai pameran kekuatan yang mendorong perang tersebut.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com