CEO ALTO Network Gretel Griselda (tengah). Foto: Dok istimewa
Transaksi Digital Melejit, ALTO Catat Kenaikan Volume 50%
Eko Nordiansyah • 12 April 2026 14:14
Jakarta: PT ALTO Network (ALTO Network) mencatat kenaikan pertumbuhan volume transaksi sebesar 50 persen secara tahunan (year on year) dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Tren ini semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pasar dengan pertumbuhan ekonomi yang dinamis.
CEO ALTO Network Gretel Griselda mengatakan, ekosistem pembayaran di Indonesia menunjukkan ketahanan yang kuat. Di tengah kondisi ekonomi global saat ini yang cenderung memiliki volatilitas tinggi, ia melihat tren pembayaran di Indonesia masih stabil bahkan cenderung menguat.
“Ini ditandai dengan tetap tumbuhnya transaksi yang kami proses baik dari sisi jumlah transaksi maupun volume transaksi, ini dapat menjadi indikasi bahwa masyarakat Indonesia masih memiliki daya konsumsi yang baik. Saat ini ALTO Network memproses hingga 30 juta transaksi per harinya,” kata dia dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 12 April 2026.
Data Bank Indonesia menunjukkan transaksi digital banking tumbuh lebih dari 20 sampai dengan 30 persen (yoy), sementara QRIS bahkan melampaui 100 persen pada fase awal adopsi. Hal ini menegaskan kontribusinya terhadap ekosistem pembayaran nasional.

(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)
Seiring dengan dinamika transaksi digital tersebut, kebutuhan akan stabilitas sistem menjadi semakin krusial. ALTO secara konsisten menjaga keandalan sistem dan layanan dengan capaian Service Level Agreement (SLA) uptime 99,99 persen, sebagai wujud infrastruktur switching yang kuat dan terpercaya.
Tingginya adopsi pembayaran digital di Indonesia juga tercermin dari pertumbuhan signifikan transaksi QRIS yang diproses oleh ALTO Network, dengan volume transaksi meningkat sebesar 89,56 persen dan nilai transaksi tumbuh 94,18 persen secara tahunan (Maret 2025 dibandingkan Maret 2026).
“Dengan pertumbuhan transaksi yang semakin pesat, muncul tantangan baru bagi pelaku industri dalam mengelola volume transaksi yang besar, tipe pembayaran yang semakin beragam, serta kebutuhan analisis bisnis yang harus dilakukan secara cepat, kapan saja dan di mana saja,” ujar dia.
Inovasi pelaku industri jasa pembayaran
ALTO Network, menghadirkan ASKARA Connect, yang menyatukan berbagai proses operasional dalam satu sistem terintegrasi. Dengan visibilitas yang lebih menyeluruh, tim operasional dapat merespons isu dengan lebih cepat dan mengambil keputusan berbasis data.Selain itu, pendekatan berbasis interactive assistant mulai diterapkan, seperti pada ASKARA Collab, yang menggabungkan automasi dengan peran manusia untuk memastikan proses koordinasi tetap cepat, terstruktur, dan mudah dilacak.
“Ke depan, tantangan terbesar bukan hanya bagaimana memproses transaksi dengan cepat, tetapi bagaimana memastikan seluruh proses di belakangnya. Mulai dari monitoring, koordinasi, hingga penanganan kendala bisa berjalan secara terintegrasi dan efisien,” jelas Chief Business Officer ALTO Network Rangga Wiseno.
Dengan sistem yang lebih terintegrasi, potensi gangguan transaksi dapat dideteksi lebih dini, waktu penanganan menjadi lebih cepat, dan risiko kegagalan transaksi dapat diminimalkan. Hal ini pada akhirnya menciptakan pengalaman transaksi yang lebih lancar, aman, dan andal.
“Hal ini berarti akses terhadap layanan pembayaran yang lebih stabil, baik untuk kebutuhan sehari-hari, transaksi UMKM, hingga aktivitas ekonomi digital. Ke depan, integrasi antara teknologi, operasional, dan komunikasi akan menjadi fondasi utama dalam membangun sistem pembayaran yang efisien, inklusif dan berkelanjutan,” ungkap dia.