Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) memperkuat sinergi dengan Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) Pusat. Foto: Dok. Istimewa.
Menteri PPPA dan PBI Memperkuat Kolaborasi Pelestarian Kebaya Nasional
Fachri Audhia Hafiez • 12 July 2026 17:51
Jakarta: Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) memperkuat sinergi dengan Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) Pusat untuk melestarikan budaya berkebaya sebagai jati diri bangsa. Langkah strategis ini diwujudkan melalui program pemberdayaan perempuan serta pendidikan budaya yang menyasar generasi muda dan anak-anak.
“Apa yang dijalankan PBI sangat penting guna melestarikan dan mengembalikan kejayaan budaya Indonesia. Kita tidak dapat menghindari serbuan budaya asing yang masuk ke Indonesia, yang mau tidak mau dihadapi oleh para generasi muda,” ujar Menteri PPPA, Arifatul Choiri Fauzi, saat menerima audiensi PBI Pusat di Kantor Kementerian PPPA, Jakarta, dikutip Minggu, 12 Juli 2026.
Arifatul mengapresiasi perkembangan positif kebaya saat ini. Karena, generasi muda mulai gemar mengenakan kebaya yang dipadukan secara modern dengan kain batik, tenun lilit, hingga celana jeans dan rok.
Menurutnya, gerakan seperti Kebaya Goes to School, Kebaya Goes to Campus, dan Kebaya Goes to Office yang diinisiasi PBI menjadi sarana efektif dalam mengedukasi anak muda. Kementerian PPPA juga menerapkan hari khusus berkebaya.
“Kami di Kementerian PPPA sudah menjalankan Selasa Berkebaya, di mana setiap karyawan diwajibkan memakai kebaya atau pakaian-pakaian adat nusantara lainnya,” lanjut Arifatul.
Selain fokus pada aspek budaya, Arifatul menitipkan pesan penting agar PBI menyisipkan kampanye sosial di setiap kegiatannya. Ia meminta organisasi ini aktif menyuarakan kesadaran antikekerasan terhadap anak dan perempuan, khususnya di lingkungan keluarga, sebagai fondasi pembentukan kepribadian dan kebahagiaan keluarga.
Ketua Umum PBI Pusat, Rahmi Hidayati, menyampaikan apresiasinya atas komitmen penuh KemenPPPA. Dalam pertemuan itu, ia memaparkan rencana peringatan Hari Kebaya Nasional (HKN) 2026 yang akan diintegrasikan dengan Hari Anak Nasional di Kampus Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas), Denpasar, Bali, pada 24 Juli 2026.
Acara tersebut melibatkan lintas generasi. Mulai dari pelajar SD hingga mahasiswa, serta berbagai komunitas pencinta kebaya.
.jpeg)
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) memperkuat sinergi dengan Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) Pusat. Foto: Dok. Istimewa.
“PBI Pusat menyampaikan rencana penyelenggaraan Hari Kebaya Nasional (HKN) yang dirangkaikan dengan Hari Anak Nasional Tahun 2026. Acara akan dilaksanakan oleh PBI di Kampus Undiknas, Bali dengan mengusung tema: 'Generasi Berbudaya Dan Berdaya: Melestarikan Budaya Nusantara Melalui Edukasi Anak Bangsa',” ujar Rahmi.
PBI meyakini kolaborasi dengan KemenPPPA akan memperluas gaung gerakan nasional ini, terlebih HKN telah resmi ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2023. Melalui keterlibatan aktif perempuan, keluarga, sekolah, dan komunitas, PBI berharap kebaya tidak sekadar menjadi simbol budaya, melainkan bertransformasi sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari generasi muda Indonesia.