Gelombang panas melanda Prancis dengan suhu diperkirakan mencapai 40 derajat Celsius di puluhan wilayah. (Anadolu Agency)
Gelombang Panas Landa Prancis, 78 Wilayah Waspada Suhu hingga 40 Derajat Celsius
Willy Haryono • 12 August 2026 18:06
Paris: Gelombang panas yang melanda Prancis terus meningkat, dengan 78 wilayah berada dalam status siaga oranye pada Rabu, 12 Agustus 2026, dan suhu udara diperkirakan mencapai 40 derajat Celsius.
Layanan cuaca nasional Prancis, Meteo-France, menetapkan peringatan gelombang panas tingkat oranye di 78 wilayah hari ini. Jumlah wilayah yang berada dalam status tersebut diperkirakan bertambah menjadi 80 pada Kamis besok.
Dilansir dari Anadolu Agency, suhu udara diperkirakan mencapai 36 hingga 40 derajat Celsius (97-104 Fahrenheit) di berbagai wilayah Prancis selama gelombang panas berlangsung.
Di Saumur, wilayah Maine-et-Loire, suhu bahkan diperkirakan mencapai 39 hingga 40 derajat Celsius (102-104 Fahrenheit).
Gelombang panas tersebut juga memperburuk kondisi kekeringan di sejumlah wilayah. Menurut laporan BFMTV, sebanyak 67 departemen berada dalam status krisis kekeringan pada pekan ini, sementara 20 departemen lainnya berada dalam tingkat kewaspadaan yang lebih tinggi.
Pembatasan penggunaan air pun diberlakukan di berbagai wilayah Prancis. Aturan tersebut antara lain membatasi penyiraman tanaman, kegiatan pembersihan di luar ruangan, serta penggunaan air pada air mancur publik maupun pribadi.
Data Biro Penelitian Geologi dan Pertambangan Prancis (BRGM) menunjukkan kondisi cadangan air tanah juga terus memburuk. Per 1 Agustus, sekitar 94 persen cadangan air tanah di Prancis tercatat mengalami penurunan level, menurut laporan BFMTV.
Pemerintah Prancis menyatakan hampir 70 persen wilayah negara tersebut saat ini berada dalam status yang memberlakukan pembatasan penggunaan air.
Di sisi lain, ancaman kebakaran hutan juga meningkat akibat kondisi panas dan kering. Sebanyak 45 departemen telah ditempatkan dalam status siaga oranye karena menghadapi risiko kebakaran hutan yang tinggi.
Kondisi tersebut menambah tekanan terhadap Prancis yang tengah menghadapi musim panas dengan suhu ekstrem, kekeringan, keterbatasan sumber daya air, serta meningkatnya risiko kebakaran hutan di sejumlah wilayah.
Baca juga: Eropa Barat Catat Bulan Juni dan Juli Terpanas Sepanjang Sejarah