Founder & Global CEO Virtue Diagnostics, Johnson Zhang (kanan). Foto: Dok istimewa
Investasi Sokong Perkembangan Industri Alat Kesehatan Dalam Negeri
Eko Nordiansyah • 7 August 2026 18:19
Jakarta: PT Virtue Diagnostics Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem manufaktur In Vitro Diagnostics (IVD) di Indonesia. Investasi global dan kemampuan manufaktur lokal dinilai dapat berjalan beriringan dalam mendukung ketahanan sistem kesehatan nasional.
Founder & Global CEO Virtue Diagnostics, Johnson Zhang mengatakan, keputusan Virtue Diagnostics berinvestasi di Indonesia didasarkan pada keyakinan bahwa akses terhadap layanan diagnostik yang berkualitas harus dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia.
"Indonesia adalah negara dengan tantangan geografis yang sangat unik. Ribuan pulau, populasi yang besar, dan masih terbatasnya akses layanan diagnostik di berbagai daerah membutuhkan solusi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga diproduksi secara lokal," ujar Johnson Zhang pada Indohealthcare Gakselab Expo 2026 dikutip Jumat, 7 Agustus 2026.
Virtue Diagnostics membangun fasilitas manufaktur modern seluas 12.200 meter persegi di Cikarang dengan kapasitas produksi lebih dari 1.000 unit instrumen diagnostik setiap tahun serta 6.000 liter reagen setiap hari yang diresmikan oleh Menteri kesehatan, Budi Gunawan Sadikin pada 2024.
Virtue Diagnostics meningkatkan investasi di Indonesia dengan mengembangkan lini produk baru yaitu diagnostik molekuler dan meluncurkan cartridge-based immunology technology untuk melengkapi portofolio produk yang sudah ada. Ekspansi ini mencerminkan kepercayaan terhadap potensi di Indonesia.
Hingga saat ini, Johnson Zhang mengungkapkan, Virtue Diagnostics telah memiliki izin edar untuk 193 produk diagnostik di Indonesia. Menurutnya, perkembangan ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam memperluas akses solusi diagnostik in vitro berkualitas tinggi yang diproduksi secara lokal.
Pemanfaatan produk lokal dan inovasi
Selain itu, platform unggulan yang meliputi Imunologi, Biokimia, Hematologi, dan Diagnostik Molekuler telah mencapai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 40 persen. Ini menegaskan komitmen mendukung kemandirian sistem kesehatan Indonesia serta memperkuat industri alat kesehatan dalam negeri."Produk-produk tersebut mendukung berbagai program prioritas pemerintah, antara lain Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), eliminasi tuberkulosis pada 2030, serta program skrining kanker serviks melalui pemeriksaan HPV," ujar dia.
(Produk instrumen diagnostik VERCENTRA diekspor ke Filipina. Foto: Dok istimewa)
Dengan potensi besar Indonesia menjadi pusat manufaktur IVD di Kawasan Asia Tenggara, dibutuhkan sinergi pemerintah dan industri melalui kebijakan yang mendukung investasi jangka panjang, pengadaan berbasis nilai (value-based procurement), perlindungan produk dengan TKDN tinggi, serta kontrak pengadaan multi-tahun.
Associate Commercial Director PT Virtue Diagnostics Indonesia Kurniasari Endah menjelaskan komitmen investasi tersebut diterjemahkan menjadi pertumbuhan nyata di Indonesia. Meskipun saat ini industri IVD menghadapi berbagai tantangan seperti kondisi ekonomi global, perubahan dinamika pasar, serta penurunan belanja pemerintah untuk alat kesehatan.
"Kami menyadari bahwa memasuki pasar Indonesia pada 2024 bukanlah perjalanan yang mudah. Selain menghadapi kondisi pasar yang menantang, kami juga harus membangun kepercayaan terhadap produk IVD lokal di tengah dominasi merek-merek global yang telah hadir selama puluhan tahun," jelas Kurniasari.
Namun demikian, PT Virtue Diagnostics Indonesia memilih untuk tidak bergantung pada satu segmen pasar saja. Perusahaan melakukan transformasi strategi dengan memperkuat penetrasi ke sektor swasta, termasuk rumah sakit, laboratorium klinik, dan berbagai fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.
Hingga pertengahan 2026, PT Virtue Diagnostics Indonesia telah memproduksi lebih dari 150 unit instrumen diagnostik serta 31 ribu kit reagen yang kini digunakan di berbagai rumah sakit dan laboratorium di seluruh Indonesia. Perusahaan juga memperkuat kualitas melalui sertifikasi ISO 13485.
"Sertifikasi tersebut memastikan bahwa seluruh proses pengembangan, produksi, hingga pengendalian mutu dilakukan sesuai standar internasional sehingga menghasilkan produk yang aman, berkualitas, dan memiliki kinerja yang andal," kata dia.
Ekspansi pasar ke negara Kawasan
Tidak hanya berhasil memperkuat pasar domestik, PT Virtue Diagnostics Indonesia mulai memperluas pasar internasional melalui ekspor reagen bermerek VIRTUEDX dan instrumen diagnostik VERCENTRA ke Filipina. Keberhasilan ekspor membuktikan produk diagnostik buatan Indonesia memiliki daya saing di pasar global."Ke depan, perusahaan akan terus memperluas investasi di bidang penelitian dan pengembangan, meningkatkan kapasitas manufaktur, menghadirkan inovasi diagnostik terbaru, serta memperluas jaringan distribusi baik di dalam maupun luar negeri," tegas Johnson Zhang.
PT Virtue Diagnostics Indonesia juga berharap adanya dukungan kebijakan yang semakin kondusif bagi industri alat kesehatan nasional agar ekosistem manufaktur IVD Indonesia dapat berkembang lebih kuat, meningkatkan daya saing nasional, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.
Dengan menggabungkan kekuatan investasi global, kemampuan manufaktur lokal, inovasi teknologi, dan sumber daya manusia Indonesia, PT Virtue Diagnostics Indonesia optimistis terus berkontribusi dalam mewujudkan kemandirian alat kesehatan nasional serta menyediakan solusi diagnostik berkualitas.