Survei BI: Keyakinan Konsumen Tetap Terjaga pada Juni

Ilustrasi. Foto: Dok MI

Survei BI: Keyakinan Konsumen Tetap Terjaga pada Juni

Eko Nordiansyah • 8 July 2026 15:52

Jakarta: Bank Indonesia (BI) melalui hasil Survei Konsumen mencatat keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi diindikasikan tetap terjaga pada Juni 2026, tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) periode tersebut pada level optimis (indeks >100) sebesar 117,8.

Namun, apabila dibandingkan dengan bulan sebelumnya, IKK Juni 2026 lebih rendah dari Mei 2026 yang sebesar 120,9.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menyampaikan bahwa terjaganya keyakinan konsumen Juni 2026 ditopang oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang tetap berada pada level optimis.

"Berdasarkan hasil survei, IKE pada Juni 2026 tercatat sebesar 109,2 atau lebih rendah apabila dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 112,2," kata dia dalam keterangannya di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu, 8 Juli 2026.

IKE ditopang oleh Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI), Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK), dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama/Durable Goods (IPDG) yang masing-masing sebesar 119,8, 101,8, dan 105,9, lebih rendah apabila dibandingkan dengan bulan sebelumnya masing-masing sebesar 123,2, 105,0, dan 108,3.



(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)

Indeks Ekspektasi Konsumen tetap optimis

Sementara itu, IEK Juni 2026 tercatat sebesar 126,4, lebih rendah dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya sebesar 129,7.

BI mencatat, tetap kuatnya IEK bersumber dari optimisme ekspektasi penghasilan, ekspektasi ketersediaan lapangan kerja, dan ekspektasi kegiatan usaha yang masing-masing tercatat sebesar 133,6, 124,4, dan 121,2.

Dalam hasil survei yang sama, BI mencatat rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi (average propensity to consume ratio) pada Juni 2026 tercatat sebesar 73,0 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan proporsi pada bulan sebelumnya, yaitu sebesar 72,3 persen.

Sedangkan proporsi pembayaran cicilan/utang (debt installment to income ratio) sebesar 10,0 persen, relatif stabil dibandingkan proporsi pada bulan sebelumnya sebesar 10,2 persen.

Adapun proporsi pendapatan konsumen yang disimpan (saving to income ratio) sebesar 17,0 persen, lebih rendah dibandingkan proporsi pada bulan sebelumnya, yaitu sebesar 17,5 persen.

(Eko Nordiansyah)