Presiden Prabowo Subianto (kiri) dan Perdana Menteri India Narendra Modi (tengah) memainkan alat musik angklung saat pertemuan di Istana Negara. Foto: Antara.
Presiden Prabowo Berikan Satu Set Angklung kepada PM Narendra Modi
Anggi Tondi Martaon • 7 July 2026 22:13
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto memberikan oleh-oleh kepada Perdana Menteri India Narendra Modi dalam rangkaian acara kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 7 Juli 2026. Cindera mata yang diberikan yaitu alat musik tradisional Jawa Barat berupa satu set angklung.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan, angklung menjadi simbol persahabatan yang juga menunjukkan kekayaan budaya Indonesia. Angklung, alat musik tradisional khas Jawa Barat menjadi simbol persahabatan sekaligus kekayaan budaya Indonesia," kata Teddy dikutip dari Antara, Selasa, 7 Juli 2026.
Sesaat setelah mendengar langsung alunan lagu dari angklung, PM Modi langsung diajarkan cara memainkan alat musik tradisional itu. Bersama Presiden Prabowo, PM Modi pun langsung mencoba memainkan satu tangga nada dengan menggoyang-goyangkan angklung menggunakan kedua tangannya.
Selepas mencoba angklung, PM Modi kemudian mendengarkan lagu pop India yang populer di Indonesia berjudul Kuch Kuch Hota Hai yang dimainkan dengan angklung. PM Modi pun langsung mencoba memainkan set angklung tersebut dengan membunyikan sejumlah tangga nada secara acak.
Di Istana Merdeka hari ini, Presiden Prabowo dan PM Modi telah bertemu empat mata dan memimpin pertemuan bilateral antara delegasi Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah India.
Setidaknya ada 16 dokumen kerja sama antara Indonesia-India yang diumumkan dalam rangkaian kunjungan kenegaraan PM Modi di Jakarta hari ini.

Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi menyaksikan penandatanganan dan pengumuman 16 dokumen kerja sama Indonesia-India di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7/2026). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden.
Dalam pernyataan pers bersama yang disampaikan Presiden Prabowo dan PM Modi, kedua kepala negara menekankan kembali pentingnya memperkuat kerja sama di berbagai bidang. Termasuk kebudayaan dan pendidikan.
Oleh karena itu, dua pemimpin negara juga mengumumkan tahun 2026–2027 sebagai Tahun Tagore-Dewantara yang menjadi tonggak baru dalam diplomasi pendidikan dan kebudayaan Indonesia-India. Penyematan nama Tagore-Dewantara itu merujuk pada pujangga besar India Rabindranath Tagore dan Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara.
Keduanya bertemu sekitar 100 tahun yang lalu. Tagore berkunjung ke Taman Siswa di Yogyakarta pada Agustus 1927.