Menteri Kebudayaan Fadli Zon meninjau proses pemugaran yasti dan konservasi Mahastupa Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, Rabu (14/10/2026). (ANTARA/HO - Kementerian Kebudayaan)
Menbud Pastikan Pemugaran Yasti Borobudur Sesuai Kaidah Konservasi
Achmad Zulfikar Fazli • 15 October 2026 13:41
Jakarta: Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon meninjau pemugaran yasti Mahastupa Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, untuk memastikan penanganan struktur dan material candi sesuai kaidah konservasi. Peninjauan untuk menjaga kestabilan struktur, mempertahankan keaslian material, serta memastikan pelestarian candi berkelanjutan.
“Batu andesit tentu harus ada konservasi. Iklim kita berubah, dan kondisi hujan sekarang berbeda dengan seratus atau dua ratus tahun lalu. Karena itu, kita perlu memastikan penanganan yang tepat agar batu dan relief Borobudur tetap terjaga,” kata Fadli dalam keterangan tertulis, dilansir Antara, Kamis, 15 Oktober 2026.
Fadli menjelaskan pemugaran yasti diperlukan untuk memperkuat bagian puncak stupa induk yang mengalami pergeseran susunan batu. Sementara itu, konservasi Mahastupa dilakukan untuk menangani penggaraman dan pelapukan yang berpotensi mengurangi ketahanan material candi.
Pemugaran dan konservasi dilaksanakan Kementerian Kebudayaan melalui Museum dan Cagar Budaya (MCB). Hal ini dilakukan setelah pemantauan dan kajian teknis pada Agustus 2026, menemukan pergeseran susunan batu, rongga, dan rekahan pada bagian yasti dan harmika, serta kerusakan material pada stupa induk.
Pemugaran yasti berfokus pada pemulihan kestabilan struktur dengan mengutamakan penggunaan material asli. Konservasi Mahastupa mencakup penanganan penggaraman, pelapukan, rongga, dan rekahan pada batu.
Penggaraman yang tampak sebagai lapisan putih pada permukaan batu dapat berkaitan dengan pergerakan air dan keberadaan garam di dalam material. Penanganannya memerlukan metode yang tepat agar kerusakan tidak bertambah dan keaslian batu tetap terjaga.
“Relief-relief Borobudur yang sudah berusia lebih dari seribu tahun memerlukan penanganan yang tepat. Kita perlu memastikan perawatannya berkelanjutan, sehingga relief tetap terjaga ketajamannya dan batu tidak melunak atau mengalami kerusakan. Ini salah satu pekerjaan konservasi yang penting dan perlu dilakukan berdasarkan kajian yang cermat,” ujar Fadli.

Pemugaran stupa utama Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. ANTARA/Heru Suyitno
Pekerjaan tersebut melibatkan tim gabungan dengan keahlian arkeologi, konservasi, teknik sipil dan struktur, serta metalurgi. Pelaksanaannya dilakukan bertahap melalui pemeriksaan, dokumentasi, dan analisis material sebelum tindakan lanjutan ditetapkan.
Dalam catatan sejarah, pemugaran besar pertama Candi Borobudur berlangsung pada 1907-1911 di bawah pimpinan Theodoor van Erp. Pemugaran besar berikutnya pada 1973-1983 melalui kerja sama Pemerintah Indonesia dan UNESCO.
Fadli mengimbau pengunjung menjaga kelestarian candi dengan mematuhi ketentuan kunjungan dan menghindari tindakan yang dapat merusak batu maupun relief.
“Tentu kita juga berharap kepada pengunjung untuk ikut memelihara, tidak memegang-megang, dan tidak memberikan zat kimia, cairan, atau apa pun yang bisa merusak relief Borobudur,” kata Fadli.