Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso. Foto: Metrotvnews.com/Andika Fauzan Azhari.
Surplus Perdagangan Indonesia Tembus USD7,25 Miliar hingga Agustus 2026
Andika Fauzan Azhari • 14 October 2026 16:48
Tangerang: Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyampaikan kinerja ekspor Indonesia periode Januari hingga Agustus 2026 mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 4,74 persen. Capaian ini diraih di tengah tantangan kondisi perdagangan global, berkat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dan arahan Presiden.
"Kinerja ekspor Indonesia pada periode Januari hingga Agustus 2026 naik 4,74 persen atau mencatatkan pertumbuhan positif dengan nilai USD193,64 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar USD184,89 miliar," jelas Budi saat pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD Tangerang, Banten, Rabu, 14 Oktober 2026.
Mendag menjelaskan, secara kumulatif hingga Agustus 2026, Indonesia juga berhasil mengamankan surplus neraca perdagangan yang signifikan, yakni sebesar USD7,25 miliar.
Untuk menjaga tren positif tersebut, Kementerian Perdagangan memfokuskan strategi pada tiga program utama, yakni pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, serta mendorong produk lokal menuju pasar global.

(Aktivitas perdagangan internasional. Foto: Medcom.id)
Tiga fokus utama Kemendag
Budi mengungkapkan, pengamanan pasar dalam negeri ditujukan untuk memperkuat daya saing produk lokal di pasar domestik. Sementara untuk perluasan ekspor, pemerintah terus membuka akses pasar baru melalui berbagai perjanjian dagang internasional.
"Hingga saat ini total perjanjian dagang yang sudah terimplementasi sebanyak 25 perjanjian dan sebanyak 13 perjanjian saat ini sedang dalam proses perundingan. Ini adalah bagian dari dua tahun gerak nyata transformasi bangsa," tambah Budi.
Pada program dari lokal untuk global, Kemendag secara konsisten mendorong UMKM dan produk desa menembus pasar internasional.
Upaya ini didukung fasilitasi business matching oleh 46 kantor ITPC dan Atase Perdagangan di 33 negara, kemitraan pasar domestik, hingga penyiapan wirausaha muda melalui program Campuspreneur yang telah bekerja sama dengan 25 perguruan tinggi.