Ilustrasi. Foto: dok Samator.
Samator Indo Gas Raup Laba Bersih Rp114,3 Miliar, Naik 79%
Ade Hapsari Lestarini • 31 October 2026 08:32
Jakarta: PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) membukukan laba bersih sebesar Rp114,3 miliar pada sembilan bulan pertama 2026 atau periode Januari-September. Angka tersebut melonjak 79 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp63,9 miliar.
Mengutip laporan keuangan perusahaan, Jumat, 30 Oktober 2026, pertumbuhan laba tersebut ditopang peningkatan pendapatan dan efisiensi operasional. Pendapatan Samator Indo Gas tercatat tumbuh 7,5 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp2,38 triliun.
Sementara itu, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp110,3 miliar, meningkat 82 persen dibandingkan Rp60,6 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi operasional, EBITDA perusahaan tumbuh 10,7 persen menjadi Rp709,4 miliar dengan margin 29,9 persen. Peningkatan profitabilitas juga tercermin dari margin laba kotor yang naik menjadi 47,6 persen dari sebelumnya 46 persen.
Kinerja tersebut didukung pertumbuhan volume penjualan di pasar utama, penerapan teknologi seperti oxyfuel burner, serta pengendalian biaya produksi. Beban pokok penjualan tercatat naik 4,34 persen, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pendapatan.
Dengan kondisi tersebut, laba kotor perusahaan meningkat 11,2 persen menjadi Rp1,13 triliun. Efisiensi biaya pabrik, terutama penurunan biaya listrik dan tenaga kerja per unit, turut mendukung peningkatan margin.

Efisiensi operasional dorong pertumbuhan laba
Direktur Utama Samator Indo Gas Rachmat Harsono mengatakan kinerja sembilan bulan pertama 2026 menunjukkan ketahanan fundamental bisnis perusahaan. Pertumbuhan laba kotor dan EBITDA, disertai kenaikan laba bersih, mencerminkan upaya memperkuat kinerja operasional.
"Sejalan dengan komitmen Empowering Industry, Enriching Lives, kami tidak hanya memasok gas, tetapi juga menghadirkan solusi untuk kebutuhan pelanggan dan tantangan nasional. Di antaranya, penerapan teknologi oxyfuel burner bagi industri kaca dan keramik yang menghadapi keterbatasan pasokan gas alam, serta penyediaan dry ice kepada BMKG untuk mendukung penanggulangan kebakaran hutan dan lahan," ujar Rachmat, dalam keterangan tertulis, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Samator juga menjaga pasokan gas industri untuk mendukung sektor kesehatan dan industri strategis nasional, mulai dari manufaktur hingga pengolahan logam dan elektronik.
Perusahaan menyebut upaya tersebut didukung penerapan prinsip Safety, Health and Environment (SHE), prosedur kerja terstandarisasi, serta budaya keselamatan di seluruh lini operasional. Salah satunya melalui pengujian hidrostatis terhadap seluruh tabung gas.
Kepercayaan pelanggan juga tercermin dari perpanjangan kontrak jangka panjang dengan sejumlah perusahaan penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN). Perusahaan turut mengandalkan kontrak on-site dan skema minimum take-or-pay untuk menopang pendapatan.
Dari sisi keuangan, Samator mencatat perbaikan sejumlah rasio utang. Rasio EBITDA terhadap beban bunga meningkat menjadi 3,1 kali pada sembilan bulan pertama 2026, dibandingkan 2,7 kali pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, rasio utang bersih terhadap EBITDA membaik menjadi 3,45 kali dari sebelumnya 3,94 kali. Perbaikan tersebut didukung pertumbuhan EBITDA, arus kas operasional yang stabil, serta upaya pengurangan utang atau deleveraging.
Memasuki kuartal terakhir 2026, perusahaan optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan. Fokus perusahaan diarahkan pada pemenuhan permintaan sektor kesehatan dan industri, peningkatan efisiensi operasional, serta penambahan kapasitas yang didukung kontrak. Samator Indo Gas menyatakan optimistis dapat melanjutkan pertumbuhan yang menguntungkan hingga akhir 2026.