Prosesi peletakan batu pertama pabrik perakitan truk SANY Group di KEK Setangga, Tanah Bumbu, Kalsel, resmi dimulai pada Sabtu, 31 Oktober 2026. (dok. JAR)
Pabrik Perakitan Truk Dump SANY Dibangun di Tanah Bumbu, Dorong Industri dan Penyerapan Tenaga Kerja Lokal
Patrick Pinaria • 31 October 2026 20:31
Tanah Bumbu: Pembangunan pabrik perakitan truk dump SANY Group di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Setangga, Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, resmi dimulai pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Investasi ini diharapkan memperkuat industri manufaktur alat berat, mengembangkan teknologi kendaraan listrik (electric vehicle/EV), serta membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal.
Proyek Truk Dump SANY Indonesia (Kalimantan Selatan) Tahap I tersebut merupakan investasi di sektor manufaktur yang berfokus pada perakitan kendaraan alat berat sekaligus membuka peluang pengembangan teknologi kendaraan listrik untuk mendukung transformasi industri pertambangan Indonesia.
Ketua Dewan Direksi Divisi Kendaraan Konstruksi SANY Heavy Industry, Han Shouliang, menyampaikan pengembangan fasilitas industri di Tanah Bumbu merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk berkontribusi terhadap pertumbuhan industri dalam negeri.
"Kami berkomitmen meningkatkan penggunaan komponen lokal, mengembangkan sumber daya manusia Indonesia, serta menciptakan peluang kerja melalui pembangunan fasilitas manufaktur ini. Kami juga melihat potensi besar Kalimantan Selatan dalam pengembangan teknologi kendaraan listrik dan industri modern," ujar Han Shouliang.
Ia menambahkan, pengembangan industri tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan fasilitas produksi, tetapi juga memperhatikan kualitas, keselamatan kerja, dan keberlanjutan operasional.
Menurutnya, kolaborasi dengan mitra lokal dan dukungan berbagai pihak menjadi faktor penting untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana.
Sementara itu, Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif menyambut positif investasi SANY Group dan menyatakan dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan industri di KEK Setangga.

Kawasan KEK Setangga di Tanah Bumbu yang menjadi lokasi pembangunan pabrik manufaktur tahap I SANY Group untuk memperkuat ekosistem industri alat berat di Kalimantan Selatan. (dok. JAR)
"Kami menyambut baik kepercayaan SANY Group yang menjadikan Tanah Bumbu sebagai lokasi investasi. Kehadiran industri ini sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam mendorong hilirisasi dan memperkuat sektor manufaktur," kata Andi Rudi Latif.
Ia berharap pembangunan pabrik tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam menciptakan lapangan pekerjaan dengan mengutamakan putra-putri daerah.
"Kami berharap tenaga kerja lokal dapat menjadi bagian penting dari pengembangan industri ini. Pemerintah daerah siap mendukung melalui fasilitasi pelatihan dan peningkatan kompetensi agar masyarakat Tanah Bumbu memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri," ujarnya.
Menurut Bupati, keberadaan pabrik juga berpotensi memberikan dampak ekonomi berganda bagi masyarakat melalui tumbuhnya UMKM, sektor jasa, transportasi, dan logistik yang mendukung aktivitas industri.
Ia menyebutkan, perekonomian Tanah Bumbu tumbuh sebesar 6,02 persen hingga semester I-2026. Selain itu, daerah tersebut mencatat realisasi investasi tertinggi di Kalimantan Selatan selama dua tahun berturut-turut.
Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, lanjutnya, berkomitmen menjaga iklim investasi melalui kemudahan dan kepastian berusaha bagi para investor.
Dimulainya pembangunan pabrik ini ditandai dengan peletakan batu pertama yang dipimpin Owner Jhonlin Group H Andi Syamsuddin Arsyad bersama Bupati Tanah Bumbu, perwakilan SANY Heavy Industry, Zhongwei Group, Billy Group, serta kontraktor pelaksana Mingdian Konstruksi.

Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif beserta pimpinan SANY Group, Jhonlin Group, dan mitra terkait berfoto bersama usai upacara peresmian. (dok. JAR)
Kehadiran fasilitas manufaktur SANY di KEK Setangga diharapkan menjadi bagian dari penguatan ekosistem industri alat berat di Kalimantan Selatan. Selain mendukung kebutuhan sektor pertambangan dan konstruksi, investasi ini diharapkan mendorong peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal, serta pengembangan teknologi manufaktur di daerah.