Andanu Prasetyo, dok: Instagram
Mengenal Andanu Prasetyo, Sosok di Balik Kopi Tuku
Eko Nordiansyah • 1 October 2026 21:48
Jakarta: Tren mengonsumsi es kopi susu menjadi salah satu kebiasaan yang berkembang di kalangan generasi milenial dan Gen Z. Di tengah tren tersebut, nama Toko Kopi TUKU menjadi salah satu merek kopi lokal yang dikenal masyarakat.
TUKU dikenal melalui salah satu menu andalannya, Es Kopi Susu Tetangga. Pasalnya, merek kopi lokal tersebut sukses mempopulerkan tren es kopi susu dengan tambahan pemanis gula aren ke hampir seluruh penjuru negeri.
Nama TUKU sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti "beli". Merek tersebut berada di bawah PT Karya Tetangga TUKU dan menjadi bagian dari ekosistem bisnis MAKA Group yang dikembangkan Andanu Prasetyo.
Sosok Andanu Prasetyo
Sosok di balik berdirinya TUKU adalah Andanu Prasetyo atau yang akrab disapa Tyo. Lahir di Jakarta pada 27 Juli 1989, Andanu merupakan lulusan S1 Business Universitas Prasetiya Mulya.Melansir laman e-journal Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), ide membangun bisnis kopi mulai muncul ketika Andanu mengerjakan tugas akhir semasa kuliah.
Sebelum mendirikan TUKU, Andanu sempat menjalankan bisnis distro bersama kakaknya. Ia kemudian terjun ke bisnis kuliner dengan mengembangkan kafe Toodz House.
Dari perjalanan tersebut, Andanu melihat adanya potensi besar dalam industri kopi. Ia mulai mendalami industri tersebut hingga akhirnya mendirikan Toko Kopi TUKU pada 2015.
Gerai pertama TUKU dibuka di Jalan Cipete Raya Nomor 7, Jakarta Selatan. Dari kedai tersebut, TUKU mulai memperkenalkan Es Kopi Susu Tetangga yang kemudian menjadi salah satu produk andalannya.
TUKU hadir dengan konsep kedai sederhana yang menawarkan kopi dengan harga relatif terjangkau. Produk kopinya menggunakan biji kopi lokal dengan gula aren sebagai salah satu bahan yang digunakan dalam Es Kopi Susu Tetangga.

(Ilustrasi gerai TUKU. Foto: Dok TUKU)
Bisnis TUKU terus berkembang
Sejak didirikan, TUKU terus mengembangkan bisnisnya di tengah pertumbuhan industri kopi di Indonesia. Pada awalnya, TUKU hanya melayani pembelian secara langsung atau offline di gerai.Namun, pola penjualan mulai berubah ketika pandemi covid-19 melanda. Pembatasan aktivitas masyarakat yang berdampak terhadap transaksi secara langsung mendorong TUKU memperluas layanan melalui pemesanan secara online.
Popularitas TUKU semakin meningkat setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi gerai Toko Kopi TUKU di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, pada 2017. Kunjungan tersebut turut membuat TUKU semakin dikenal masyarakat.
Di balik perkembangan bisnisnya, TUKU juga membawa konsep kedekatan dengan lingkungan sekitar. Hal tersebut tercermin dari penggunaan istilah "tetangga" untuk menyebut para konsumennya.
Konsep tersebut sejalan dengan semangat TUKU yang ingin menjadikan aktivitas minum kopi tidak hanya sebagai bagian dari gaya hidup, tetapi juga sebagai sarana membangun interaksi dan kedekatan dengan masyarakat di sekitarnya.
Perkembangan bisnis tersebut turut mendorong ekspansi TUKU ke berbagai wilayah. Berdasarkan laman resminya, TUKU saat ini telah memiliki 65 toko dan jumlah tersebut masih terus bertambah.
Menariknya, pengembangan jaringan TUKU tidak dilakukan melalui skema kemitraan franchise atau waralaba. Perusahaan mengembangkan dan memperbanyak gerainya secara langsung di sejumlah wilayah.
Tidak berhenti pada ekspansi gerai, perkembangan merek TUKU juga terlihat dari kerja sama dengan PT MRT Jakarta (Perseroda). Pada Januari 2025, PT Karya Tetangga TUKU resmi menjalin kerja sama hak penamaan atau naming rights untuk Stasiun MRT Cipete Raya.
Melalui kerja sama tersebut, nama Stasiun Cipete Raya resmi berubah menjadi Stasiun Cipete Raya TUKU. Pemilihan Cipete tidak terlepas dari sejarah perjalanan TUKU karena kawasan tersebut menjadi lokasi berdirinya toko pertamanya pada 2015. Andanu mengatakan Cipete memiliki arti tersendiri bagi perjalanan bisnis perusahaan.
Kerja sama itu sekaligus menjadikan Stasiun Cipete Raya TUKU sebagai stasiun kedelapan di fase pertama MRT Jakarta yang memiliki mitra hak penamaan. Hingga kini, TUKU terus memperluas jaringan tokonya setelah bermula dari sebuah kedai kecil di kawasan Cipete, Jakarta Selatan. (Selsha Septifanie Gunawan)