Delapan Personel TNI Korban Jatuhnya Helikopter MI-17V5 Dievakuasi di Seruyan

ILUSTRASI - Helikopter jatuh. ANTARA News/Insan Faizin Mub

Delapan Personel TNI Korban Jatuhnya Helikopter MI-17V5 Dievakuasi di Seruyan

Whisnu Mardiansyah • 4 November 2026 16:58

Seruyan: Helikopter milik TNI Angkatan Darat (AD) jenis MI-17V5 dengan nomor registrasi HA-5235 mengalami kecelakaan di perairan Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu, 4 November 2026. Insiden tersebut terjadi ketika helikopter menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kapendam XXII/Tambun Bungai Kolonel Arh Dodo Sahata membenarkan adanya kecelakaan tersebut. Pihaknya telah menerima laporan awal mengenai insiden yang melibatkan helikopter milik TNI AD itu.

"Benar. Kami telah menerima laporan awal terkait terjadinya kecelakaan helikopter MI-17V5 dengan nomor registrasi HA-5235 di wilayah Kabupaten Seruyan," kata Dodo, seperti dilansir Antara, Rabu, 4 November 2026.

Ia menjelaskan, helikopter tersebut tengah menjalankan operasi pemadaman karhutla menggunakan metode water bombing di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), tepatnya di Resor Telaga Pulang. Dalam misi tersebut, helikopter menempuh rute penerbangan Kuala Pembuang–Telaga Pulang–Kuala Pembuang.

Sementara itu, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin dilaporkan sedang menuju lokasi kejadian untuk memantau kondisi sekaligus memastikan proses penanganan terhadap insiden tersebut.

"Kami bersama Pangdam sedang menuju lokasi untuk melihat langsung perkembangan situasi dan memastikan penanganan di lapangan," ucapnya.
 


Kabid Humas Polda Kalimantan Tengah Kombes Pol Budi Rachmat mengungkapkan, helikopter tersebut berangkat dari Kuala Pembuang sekitar pukul 09.55 WIB. Namun, kecelakaan terjadi setelah helikopter mengalami gangguan teknis ketika melakukan pengambilan air untuk mendukung operasi pemadaman karhutla.

"Helikopter tersebut mengalami gangguan teknis saat melaksanakan pengambilan air untuk mendukung operasi pemadaman karhutla, peristiwa itu terjadi di wilayah perairan Desa Sungai Perlu," ujarnya.



Kapuspen TNI Mayjen Muhammad Nas. Foto: MI/Devi Harahap.


Akibat kejadian tersebut, delapan personel yang berada di dalam helikopter harus dievakuasi oleh tim gabungan. Mereka terdiri atas Mayor Cpn Dudi, Kapten Cpn Febri, Lettu Cpn Hafiz, Kapten Cpn Suganda, Lettu Cpn Fercis, Pratu Gilang, Serda Sardi, dan Serka Kadiya.

Hingga saat ini, dua personel telah berhasil dievakuasi menggunakan helikopter Bell sekitar pukul 12.30 WIB. Keduanya kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju RSUD Kuala Pembuang untuk mendapatkan penanganan medis.

"Prioritas utama saat ini adalah menyelamatkan seluruh personel yang berada di dalam helikopter, sedangkan enam kru lainnya masih dalam proses evakuasi melalui jalur udara dan laut dengan dukungan helikopter Kamov serta tim gabungan," kata Budi.

(Whisnu M)