Mantan pangeran Kerajaan Inggris Andrew Mountbatten-Windsor. (Anadolu Agency)
Pangeran Andrew Tantang Legalitas Surat Perintah Penggeledahan Kasus Epstein
Willy Haryono • 5 October 2026 18:46
London: Mantan pangeran Kerajaan Inggris Andrew Mountbatten-Windsor menggugat Thames Valley Police untuk menantang keabsahan surat perintah penggeledahan yang menjadi dasar penangkapannya awal tahun ini terkait kasus dokumen Jeffrey Epstein, menurut juru bicara pengadilan.
Mengutip dari Anadolu Agency, Senin, 5 Oktober 2026, sidang tertutup di Pengadilan Tinggi Inggris dijadwalkan berlangsung pada Kamis mendatang di hadapan Hakim Hilliard.
Sidang tersebut akan menentukan apakah dokumen terkait permohonan Mountbatten-Windsor untuk judicial review dapat dipublikasikan, menurut laporan media Inggris.
Thames Valley Police menentang publikasi dokumen tersebut.
Gugatan bermula dari surat perintah yang dikeluarkan hakim Old Bailey. Surat tersebut memungkinkan polisi menggeledah kediaman Mountbatten-Windsor di kawasan Sandringham serta rumah lamanya, Royal Lodge di Windsor, pada Februari.
Mountbatten-Windsor ditangkap pada 19 Februari atas dugaan pelanggaran terkait penyebaran materi rahasia kepada Jeffrey Epstein. Epstein merupakan mantan pemodal yang mengumpulkan kekayaan sebelum dinyatakan bersalah atas kejahatan seksual dan meninggal di penjara pada 2019.
Mountbatten-Windsor kemudian diperiksa dengan status sebagai tersangka dan dibebaskan setelah pemeriksaan, sementara penyelidikan terus berlangsung.
Hakim Pengadilan Tinggi kemudian memberikan izin kepada Mountbatten-Windsor untuk menantang legalitas tindakan polisi terkait penggeledahan tersebut.
Menurut Daily Telegraph, langkah hukum itu menjadi pertama kalinya seorang anggota keluarga kerajaan menantang keabsahan proses pidana terhadap dirinya sejak persidangan Raja Charles I pada 1649.
Mountbatten-Windsor secara konsisten membantah melakukan pelanggaran terkait hubungannya dengan Epstein. Ia juga menolak klaim bahwa dirinya memperoleh keuntungan pribadi dari perannya sebagai utusan perdagangan.
Berdasarkan dokumen yang dirilis pada Januari, Andrew mengirimkan kepada Epstein rincian perjalanan resmi yang akan dilakukannya sebagai utusan perdagangan ke Singapura, Vietnam, Shenzhen di China, dan Hong Kong pada Oktober 2010. Pada bulan berikutnya, ia diduga kembali membagikan laporan resmi dari perjalanan tersebut.
Thames Valley Police memastikan bahwa penyelidikan masih berlangsung.
“Penyelidikan kami mengenai dugaan pelanggaran dalam jabatan publik masih berlangsung. Kami juga terlibat dalam proses hukum terkait surat perintah yang sebelumnya diperoleh dari pengadilan pidana pusat. Karena proses hukum tersebut masih berlangsung, tidak pantas bagi kami untuk memberikan komentar lebih lanjut,” kata juru bicara kepolisian kepada BBC.
Baca juga: Pangeran Andrew Ditangkap Terkait Dugaan Berbagi Informasi ke Jeffrey Epstein