Mentan Amran Sulaiman. Foto: dok BPMI Sekretariat Presiden.
Mentan: Surplus Beras Tegaskan Indonesia Jaga Keberlanjutan Swasembada
Husen Miftahudin • 25 February 2026 12:09
Jakarta: Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan swasembada pangan komoditas beras yang berkelanjutan sekaligus menyatakan kesiapan Indonesia untuk mengekspor komoditi tersebut seiring produksi yang meningkat.
"Penguatan stok beras nasional dalam beberapa bulan terakhir menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan swasembada pangan dan kesiapan ekspor," kata Mentan dalam keterangan di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu, 25 Februari 2026.
Dia menegaskan hal itu saat memimpin Rapat Koordinasi Nasional (Rakor) Pertanian bersama Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, jajaran Eselon I dan II, serta Kepala Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia.
Pemerintah memastikan surplus yang terjaga akan terus diperkuat agar Indonesia tidak hanya mandiri, tetapi juga mampu memasok kebutuhan beras ke sejumlah negara.
Dia menyebutkan saat ini stok cadangan beras pemerintah (CBP) secara nasional mencapai sekitar 3,5 juta ton dan diproyeksikan terus meningkat seiring panen raya serta tren produksi yang naik sekitar 15 persen hingga Maret.
"Kalau tren ini bertahan tiga bulan saja ke depan, hampir pasti stok kita tembus enam juta ton. Ini belum pernah terjadi selama kita merdeka," tutur Mentan.
Menurut Amran jika tren produksi konsisten hingga akhir tahun, potensi surplus diperkirakan bisa mencapai sekitar sembilan juta ton. "Ini puncak prestasi Bapak/Ibu semua. Tetapi jangan lengah. Swasembada ini harus kita pertahankan dan tingkatkan," tegas dia.
Dengan proyeksi stok yang kuat, pemerintah mulai menjajaki ekspor beras ke sejumlah negara sahabat, antara lain Filipina, Malaysia, Arab Saudi, dan Papua Nugini.
"Kalau tiga bulan ke depan tidak ada aral melintang, kita siap ekspor. Bahkan kita dorong dari wilayah timur langsung ke Papua Nugini," ungkap Amran.
Ia mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto telah menyampaikan langsung di forum internasional bahwa Indonesia berhasil menekan impor dan memperkuat swasembada pangan.
| Baca juga: Bulog Nilai Potensi Ekspor Beras RI ke Arab Saudi Terbuka Lebar |

(Ilustrasi. Foto: dok MI)
Penguatan program cetak sawah dan oplah
Mentan menegaskan keberlanjutan swasembada tidak hanya bergantung pada produksi jangka pendek, tetapi pada penguatan fondasi struktural melalui program cetak sawah dan optimalisasi lahan (oplah).
Tahun lalu, kata dia, realisasi cetak sawah mencapai sekitar 200 ribu hektare dan tahun ini ditargetkan meningkat menjadi 250 ribu hektare. Program oplah juga telah berjalan ratusan ribu hektare dalam dua hingga tiga tahun terakhir sebagai penguat kapasitas produksi nasional.
"Ini yang membuat swasembada kita sustain. Minimal bertahan lima sampai tujuh tahun, bahkan bisa sepuluh tahun kalau berlanjut," ucap Amran.
Saat ini terdapat sembilan komoditas yang telah mencapai swasembada meliputi beras, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, jagung, minyak goreng, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah. Namun dua komoditas masih menjadi perhatian serius Presiden, yakni kedelai dan bawang putih.
"Kedelai dan bawang putih ini fokus kita berikutnya. Kedelai memang agak berat, bawang putih relatif lebih memungkinkan. Kita selesaikan satu per satu," tegas dia.
Selain itu, swasembada gula konsumsi juga ditargetkan tercapai tahun ini, sementara gula industri diharapkan menyusul dalam tiga hingga empat tahun ke depan.