7 Syarat Sah Puasa Ramadan yang Wajib Diketahui Umat Islam

Ilustrasi freepik

7 Syarat Sah Puasa Ramadan yang Wajib Diketahui Umat Islam

Putri Purnama Sari • 25 February 2026 15:14

Jakarta: Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah saat ini tengah dijalani umat Islam di seluruh dunia. Di tengah semangat menunaikan ibadah puasa, penting bagi setiap Muslim untuk memahami syarat sah puasa agar ibadah yang dilakukan tidak hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga sah menurut syariat.

Memahami ketentuan puasa menjadi hal mendasar agar ibadah yang dijalankan diterima dan bernilai pahala. Berikut ini adalah syarat-syarat sah puasa Ramadan yang perlu diperhatikan.

Syarat Sah Puasa Ramadan

1. Beragama Islam

Puasa Ramadan merupakan kewajiban bagi umat Islam dan termasuk rukun Islam yang keempat. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar, Rasulullah SAW bersabda:

Islam dibangun di atas lima pilar: meyakini bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya, melaksanakan shalat, membayar zakat, melakukan haji ke Baitullah, dan berpuasa di bulan Ramadan. (HR. Bukhari dan Muslim).

Dengan demikian, seseorang yang keluar dari Islam (murtad) tidak memiliki kewajiban menjalankan puasa Ramadan.
  2. Niat

Niat merupakan syarat utama dalam berpuasa. Seorang Muslim harus memiliki niat yang jelas dan tulus sebelum terbit fajar. Untuk puasa wajib seperti Ramadan, niat dilakukan pada malam hari sebelum Subuh. Tanpa niat, puasa tidak dianggap sah.

3. Baligh

Baligh menjadi salah satu syarat sah puasa. Baligh berarti seseorang telah mencapai usia dewasa menurut syariat. Tanda baligh bagi laki-laki adalah mengalami mimpi basah, sedangkan bagi perempuan ditandai dengan datangnya haid. Anak-anak yang belum baligh belum diwajibkan berpuasa, meski tetap dianjurkan untuk belajar berlatih.

4. Berakal Sehat

Puasa hanya diwajibkan bagi orang yang berakal sehat. Seseorang yang mengalami gangguan akal atau kehilangan kesadaran tidak dibebani kewajiban puasa. Syarat ini menunjukkan bahwa Islam memberikan kewajiban sesuai kemampuan dan kondisi seseorang.

5. Mampu Berpuasa

Kemampuan fisik juga menjadi syarat penting. Orang yang sakit, lanjut usia, ibu hamil, atau ibu menyusui yang dikhawatirkan kesehatannya terganggu diperbolehkan tidak berpuasa. Ketentuan ini dijelaskan dalam Al-Quran Surah Al-Baqarah ayat 185:



Artinya: "(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka wajib mengganti sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan orang miskin..."

Mereka yang tidak berpuasa karena alasan syar’i wajib mengganti di hari lain atau membayar fidyah sesuai ketentuan.

6. Tidak dalam Perjalanan Jauh (Musafir)

Seseorang yang sedang melakukan perjalanan jauh (sekitar minimal 90 km) diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Namun, puasa tersebut wajib diganti setelah Ramadan berakhir. Keringanan ini menunjukkan bahwa Islam memberikan kemudahan dalam beribadah.
 
7. Menahan Diri dari Hal yang Membatalkan Puasa

Selain memenuhi syarat sah, seseorang juga wajib menjaga puasanya dengan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan, seperti:
  • Makan dan minum dengan sengaja
  • Berhubungan suami istri di siang hari
  • Muntah dengan sengaja
  • Datangnya haid atau nifas bagi perempuan
  • Menahan diri dari perkara tersebut menjadi inti dari ibadah puasa.
Ketentuan untuk puasa yang sah sangat perlu diperhatikan karena berdampak pada keabsahan puasa. Dengan memenuhi syarat puasa, umat islam akan memperoleh pahala yang sempurna dan puasa mereka menjadi sah. 

Oleh karena itu, langkah pertama untuk mendapat keberkahan Ramadan adalah memastikan bahwa semua syarat sah puasa terpenuhi. Ibadah yang dilakukan dengan pengertian yang benar akan meningkatkan nilai spiritual selama bulan suci Ramadan. 

(Jessica Nur Faddilah)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)