Akses Internet Via Wifi di Bali Dipastikan Tetap Normal saat Nyepi

Kepala Diskominfos Bali Gede Pramana sebut jaringan wifi tetap hidup saat Hari Suci Nyepi, Denpasar, Minggu 1/3/2026. (ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari)

Akses Internet Via Wifi di Bali Dipastikan Tetap Normal saat Nyepi

Whisnu Mardiansyah • 1 March 2026 19:31

Denpasar: Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfos) Provinsi Bali memastikan masyarakat yang menggunakan jaringan nirkabel atau wifi di rumah masing-masing tetap dapat mengakses internet secara normal saat perayaan Hari Suci Nyepi. Kebijakan ini diambil dengan tetap mempertimbangkan esensi dari pelaksanaan Catur Brata Penyepian.

"Jadinya untuk telepon, SMS, wifi internet, tetap hidup, artinya tidak putus itu untuk komunikasi ya," kata Kepala Diskominfos Bali, Gede Pramana di Denpasar seperti dilansir Antara, Minggu, 1 Maret 2026.

Gede Pramana menjelaskan, pemberian akses internet melalui jaringan wifi tidak akan mengurangi esensi dari Hari Suci Nyepi. Hal ini dikarenakan akses tersebut hanya berlaku bagi rumah tangga yang memasang jaringan internet di rumahnya. Lebih jauh, ia meyakini masyarakat yang menjalankan Catur Brata Penyepian dengan taat pasti tidak akan memanfaatkan fasilitas internet tersebut.

"Tidak akan mengurangi (esensi Nyepi) itu kembali kepada kita kan. Bahkan, walaupun tidak ada imbauan melarang, kalau kita sebagai umat yang taat, kita tidak akan menggunakan internet," ujar Kepala Diskominfos Bali.
 


Menurut dia, keberadaan jaringan nirkabel ini justru memberi ruang bagi masyarakat untuk berkomunikasi dan mengakses informasi, terutama untuk kebutuhan mendesak. Sebagai contoh, pemanfaatan wifi di objek vital seperti rumah sakit menjadi sangat penting untuk tetap beroperasi.

"Tempat-tempat strategis itu diizinkan hidup, itu harus tetap komunikasi jalan. Kemudian di rumah, kembali saya ingatkan, di rumah yang sudah ada wifi tetap kok nyala itu," ucap Gede Pramana.

Di luar layanan wifi rumahan, Diskominfos Bali memastikan jaringan operator seluler dan IPTV (Internet Protocol Television) akan dinonaktifkan selama 24 jam penuh pada tanggal 19 Maret 2026 mendatang.


Ilustrasi Medcom.id

"Bukan tidak mengeluarkan sinyal ya, tetapi paket data seluler dinonaktifkan, IPTV juga dimatikan," kata dia.

Saat ini, Diskominfos Bali telah mengirimkan surat ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Surat tersebut berisi permohonan agar diadakan rapat bersama dengan seluruh perusahaan operator seluler dan televisi.

Umumnya, pemerintah pusat yang akan menjadi fasilitator pertemuan tersebut. Menjelang hari H, saat data seluler akan dinonaktifkan, para operator akan menyiarkan pesan informasi kepada seluruh pelanggan mereka di Bali.

"Seperti biasa, dari jam 06.00 Wita sampai jam 06.00 Wita besoknya itu dimatikan. Mengenai kapan itu dirapatkan tergantung pusat ya, pemerintah pusat yang biasa memanggil rapat koordinasi," kata Kepala Diskominfos Bali.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)