Usaha Cokelatin Merasakan 'Magis' Juragan Jaman Now, Dilirik Hotel Bintang 5

Pemilik bisnis Cokelatin, dok: MetroTV

Usaha Cokelatin Merasakan 'Magis' Juragan Jaman Now, Dilirik Hotel Bintang 5

Putri Purnama Sari • 26 February 2026 16:16

Jakarta: Kabar gembira bagi pelaku usaha dan pecinta produk lokal. Program inspiratif Juragan Jaman Now Season 5 Metro TV akan segera hadir dengan menghadirkan deretan pengusaha kreatif dari berbagai daerah di Indonesia. 

Ajang ini dikenal sebagai wadah bagi UMKM untuk memperluas jejaring, meningkatkan kapasitas bisnis, serta mendapatkan eksposur yang lebih luas.

Menjelang musim terbaru, Road to JJN Season 5 menghadirkan kisah inspiratif dari peserta Season 2, Irena dan Nugroho, pemilik bisnis minuman Cokelatin. Irena membagikan perjalanan usahanya yang berkembang pesat setelah mengikuti program tersebut.

Sejak dirintis pada 2016, Cokelatin Indonesia terus menunjukkan perkembangan signifikan sebagai produsen minuman cokelat premium berbasis kakao lokal. 

Berawal dari keresahan melihat potensi kakao Indonesia yang belum dikenal sebagai produk cokelat berkualitas, kini brand tersebut berhasil menembus pasar hotel bintang lima hingga ekspor ke luar negeri.

Irena mengungungkapkan bahwa ide bisnis ini lahir dari keprihatinannya terhadap citra kakao Indonesia di mata dunia.

“Bermula memang dari keresahan saya melihat cokelat Indonesia. Itu kan sebenarnya Indonesia negara penghasil kakao terbesar ketiga di dunia. Tapi kita tidak dikenal sebagai negara penghasil cokelat yang berkualitas," kata Irena,  dalam program Zona Bisnis Metro TV, Kamis, 26 Februari 2026.

Dari Home Industry ke Pasar Premium

Cokelatin awalnya dijalankan sebagai usaha rumahan. Produk minuman cokelat diracik dan dipasarkan secara sederhana kepada lingkungan terdekat.

“Ini tuh benar-benar dari home industry tadinya yang memang kita jual ke teman-teman di sekitar kita saja. Ternyata penjualannya alhamdulillah naik terus," lanjutnya.

Melihat respons positif pasar, sang suami, Nugroho, mendorong agar usaha ini dikembangkan lebih serius. Sejak saat itu, branding dan visi bisnis mulai dibangun dengan lebih terarah.

“Visinya kita adalah kita pengen jadi salah satu produser minuman cokelat Indonesia yang bisa go global," tambahnya.

Keunggulan Cokelatin: 100% Kakao Lokal dan Varietas Langka

Di tengah persaingan industri cokelat, Cokelatin mengusung diferensiasi berbasis kualitas bahan baku. Nugroho menjelaskan bahwa produk mereka menggunakan kakao lokal fermentasi dengan varietas unggulan.

“Yang pertama, bahan baku kami 100% Indonesia. Dengan biji kakao lokal yang difermentasi," ujar Nugroho.

Ia menambahkan bahwa Cokelatin menggunakan varietas kakao langka yang tinggal 5% di dunia.

“Kami menggunakan satu varietas, yaitu biji kakao Krioyo dari Jawa, yang kami sebut Java Krioyo. Itu merupakan biji kakao varietas terbaik yang saat ini hanya tinggal 5% di dunia. Dan kita coklatin adalah bubuk minuman coklat Krioyo pertama di Indonesia," lanjut Nugroho.

Keunggulan ini menjadi fondasi positioning Cokelatin sebagai brand premium berbasis kekayaan lokal.

Tembus Hotel Bintang Lima Berkat Eksposur Nasional



Partisipasi dalam program JJN ini membawa dampak signifikan terhadap perkembangan usaha. Salah satu pencapaian besar adalah keberhasilan Cokelatin masuk ke jaringan hotel bintang lima.

“Yang paling utama, yang pertama adalah akhirnya kami bisa masuk ke Hotel Bintang 5. Hotel Grand Hyatt Jakarta itu juga memang benar-benar karena acara Juragan Jaman Now,” ucapnya.

Kerja sama tersebut berlanjut menjadi kontrak reguler setelah respons pasar dinilai positif. Keberhasilan ini kemudian membuka peluang ke hotel-hotel bintang lima lainnya.

“Dan yang membuat kami cukup bangga adalah Grand Hyatt menampilkan brand. Jadi cokelatin signature ditampilkan di Grand Hyatt sebagai brand,” lanjutnya.

Inovasi dan Konsistensi Jadi Kunci



Dalam menjaga daya saing, Cokelatin tidak berhenti pada satu varian. Mereka mulai mengembangkan inovasi berbasis kekayaan rempah Indonesia.

“Akhirnya selepas ikut Juragan Jaman Now, kita mulai riset tentang cinnamon. Jadi sekarang sudah ada varian coklatin yang menggunakan cinnamon,” ungkap Irena.

Meski demikian, kualitas tetap menjadi prioritas utama. Ia juga menegaskan bahwa standar bahan baku tidak bisa ditawar.

“Kalau bahan bakunya standarnya tidak sama, ya kami tidak gunakan. Jadi tidak hanya memikirkan segi dari jumlah saja, tapi kualitas itu yang paling utama,” tambah Nugroho.

Ekspor ke Luar Negeri

Tak hanya bermain di pasar domestik, Cokelatin juga mulai memperluas jangkauan internasional. Langkah ekspor ini dilakukan dengan pendekatan brand, bukan sekadar komoditas mentah.

“Sudah mulai ke luar negeri. Kita juga sudah ekspor ke beberapa negara. Jadi ada Taiwan, Hong Kong, ada Saudi, terus juga USA juga kita masuk, walaupun masih dalam bentuk kecil,” kata Irena.

Perjalanan Cokelatin Indonesia menunjukkan bahwa produk berbasis kakao lokal mampu naik kelas jika dikemas dengan kualitas, konsistensi, dan visi yang jelas. 

Dari usaha rumahan hingga hotel bintang lima dan pasar ekspor, brand ini membuktikan bahwa Indonesia tidak hanya unggul sebagai produsen kakao mentah, tetapi juga mampu menghasilkan minuman cokelat premium berkelas dunia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)