PENAS XVII Digelar di Gorontalo, Wapres Ungkap Kemandirian Pangan RI Meningkat

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka membuka Pekan Nasional Petani dan Nelayan (Penas) XVII di Gorontalo pada Sabtu, 20 Juni 2026. (Dok. Metro TV)

PENAS XVII Digelar di Gorontalo, Wapres Ungkap Kemandirian Pangan RI Meningkat

Duta Erlangga • 21 June 2026 10:19

Jakarta: Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka resmi membuka Pekan Nasional Petani dan Nelayan (Penas) XVII di Gorontalo pada Sabtu, 20 Juni 2026. Wapres menyebut Indonesia semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional berkat kerja keras petani dan nelayan serta dukungan kebijakan pemerintah. Salah satunya langkah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang memangkas 145 regulasi distribusi pupuk subsidi sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh petani.

Kemandirian pangan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah di tengah berbagai tantangan global, mulai dari konflik geopolitik, perang dagang hingga gangguan rantai pasok dunia. 

Pekan Nasional Petani dan Nelayan (Penas) XVII di Gorontalo. (Dok. Metro TV)

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengatakan pemerintah menghadapi sejumlah tantangan dalam mewujudkan kemandirian pangan dan memperkuat sektor pertanian di tengah ketidakpastian global.

"Program prioritas dari bapak Presiden apalagi di tengah konflik geopolitik, perang dagang, perang tarif, negara tidak boleh terlalu bergantung dengan negara lain. Namun di sisi lain tantangan kita juga besar. Pertama soal tata kelola, mulai dari menjaga alih fungsi lahan pertanian, kemudahan petani mendapatkan bibit unggul dan akses permodalan, kepastian offtaker, stabilitas harga, mekanisme pergudangan, penyaluran pupuk subsidi yang efisien dan tepat Waktu," katanya dikutip dari program Metro Pagi Primetime, Minggu, 21 Juni 2026.
 

Baca Juga:

Mentan Amran Pastikan Stok Beras Aman hingga April 2027


Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melaporkan bahwa target swasembada pangan yang semula diproyeksikan tercapai dalam empat tahun berhasil diwujudkan hanya dalam satu tahun.

Mentan menambahkan Indonesia mencatat kenaikan produksi pangan tertinggi kedua di dunia pada 2025 setelah Brasil. Capaian tersebut mendorong stok pangan nasional mencapai sekitar 5,2 juta ton, tertinggi sejak Indonesia merdeka.

Selain itu, nilai ekspor pertanian meningkat Rp166 triliun sehingga total ekspor pertanian nasional mencapai Rp765 triliun. Ke depan pemerintah akan mempercepat hilirisasi pertanian dan perkebunan guna meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri serta memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan pangan dunia.

Amran juga menyoroti dinamika harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang sempat mengalami penurunan meski harga minyak sawit mentah (CPO) global sedang menguat.

"Baru-baru kebijakan Pemerintah Indonesia, CPO kita ekspor satu pintu dan terjadi tekanan sedikit satu minggu dua minggu harga TBS turun dan ini anomali kenapa? Karena harga CPO dunia naik kemudian dolar menguat kalau dolar menguat petani pekebun biasanya bahagia harga ekspornya naik nah alhamdulillah sekarang sudah kembali normal tetapi harapan kami ke depan kalau bisa naik 10 persen harga TBS," jelasnya.

Kegiatan ini disambut positif para peserta untuk berbagi pengalaman di sektor pertanian dan perikanan bahkan kehadiran inovasi teknologi pertanian yang modern dipamerkan di PENAS tahun ini menambah semangat peserta.

Salah seorang peserta PENAS asal daerah, Abdul Wahab, berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi para petani setelah kembali ke wilayah masing-masing.

"Tentu kami punya harapan setelah mengikuti kegiatan PENAS di Gorontalo ini para petani itu bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat di provinsinya masing-masing. Kemudian semangat teman-teman dengan mengikuti kegiatan ini tentu akan lebih bersemangat lagi," ujarnya.

Penyelenggaraan PENAS XVII di Gorontalo tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan pembelajaran bagi petani dan nelayan Indonesia tetapi juga mampu memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan sektor pertanian dan perikanan yang semakin maju, mandiri dan berkelanjutan. 

(Rosa Anggreati)