Menlu Pakistan Sebut AS dan Iran Sudah Capai Kemajuan Besar dalam Negosiasi

Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar. (Anadolu Agency)

Menlu Pakistan Sebut AS dan Iran Sudah Capai Kemajuan Besar dalam Negosiasi

Willy Haryono • 21 June 2026 20:16

Kairo: Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar mengatakan perundingan antara Amerika Serikat dan Iran telah mengalami kemajuan signifikan, seraya menyatakan keyakinannya bahwa kedua negara pada akhirnya dapat mencapai kesepakatan final.

Dalam wawancara dengan Al Arabiya saat berkunjung ke Kairo pada Minggu, 21 Juni 2026, Dar menyebut berbagai isu yang menjadi sumber ketegangan antara Washington dan Teheran telah menunjukkan perkembangan positif.

“Persoalan antara Amerika Serikat dan Iran telah mengalami kemajuan yang besar,” kata Dar, seperti dikutip dari Anadolu Agency.

Meski demikian, ia mengakui bahwa tahap berikutnya dari proses negosiasi kemungkinan akan menjadi lebih sulit dibandingkan fase yang telah dilalui sejauh ini.

Dar mengatakan salah satu kesepahaman yang telah dicapai adalah mengenai pengurangan tingkat pengayaan stok uranium Iran.

Menurutnya, kedua pihak juga telah sampai pada kesimpulan bahwa diplomasi merupakan jalan terbaik untuk menyelesaikan perselisihan yang ada.

Bahas Nuklir, Aset Beku, dan Lebanon

Menlu Pakistan itu juga mengungkapkan bahwa selama masa negosiasi 60 hari yang sedang berlangsung, tidak akan dikenakan biaya transit maupun biaya layanan bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Ia mengatakan kesepakatan tersebut bertujuan menjaga kelancaran aktivitas pelayaran internasional di jalur perdagangan energi yang strategis tersebut.

Selain itu, Dar menyebut saat ini terdapat tiga tim teknis yang bekerja di Swiss untuk membahas berbagai isu penting yang masih menjadi bagian dari perundingan.

Tim-tim tersebut fokus pada pembahasan program nuklir Iran, aset-aset Iran yang dibekukan di luar negeri, serta perkembangan situasi di Lebanon.

Pernyataan Dar disampaikan ketika delegasi Amerika Serikat dan Iran tengah berada di Swiss untuk melanjutkan pembicaraan pasca-penandatanganan memorandum kesepahaman yang diumumkan pekan lalu.

Perundingan di Burgenstock

Pembicaraan yang berlangsung di Burgenstock merupakan bagian dari proses implementasi Memorandum Islamabad yang bertujuan mengakhiri konflik antara kedua negara dan membuka kembali jalur pelayaran normal di Selat Hormuz.

Delegasi Amerika Serikat dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance. Sementara delegasi Iran dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.

Pakistan berperan sebagai mediator utama dalam proses diplomatik yang mempertemukan kedua negara tersebut.

Dar menegaskan bahwa Islamabad akan terus mendukung dialog dan implementasi kesepahaman yang telah dicapai guna mendorong terciptanya stabilitas jangka panjang di kawasan Timur Tengah.

Meski sejumlah kemajuan telah diumumkan, para diplomat masih menghadapi tantangan besar untuk menyelesaikan isu-isu sensitif seperti program nuklir Iran, pencabutan sanksi ekonomi, serta berbagai persoalan keamanan regional yang selama ini menjadi sumber ketegangan antara Washington dan Teheran.

Baca juga:  Menlu Iran Bertemu Menlu Swiss Jelang Perundingan Empat Pihak di Burgenstock Swiss

(Willy Haryono)