ADB Siapkan USD50 Miliar Bangun Interkoneksi Listrik Asia-Pasifik

Ilustrasi infrastruktur ketenagalistrikan. Foto: dok PLN.

ADB Siapkan USD50 Miliar Bangun Interkoneksi Listrik Asia-Pasifik

Richard Alkhalik • 6 May 2026 11:44

Samarkand: Asian Development Bank (ADB) berkomitmen untuk menggelontorkan pendanaan raksasa senilai USD50 miliar hingga 2035 melalui Inisiatif Jaringan Listrik Pan-Asia untuk membangun infrastruktur jaringan listrik lintas batas guna menekan biaya, mengamankan pasokan, serta memperluas perdagangan energi bersih di kawasan Asia dan Pasifik.
 
Komitmen pendanaan tersebut ditegaskan oleh Presiden ADB Masato Kanda dalam sesi Governors’ Seminar pada ajang Pertemuan Tahunan ADB ke-59. Masato memaparkan bahwa investasi raksasa ini akan disalurkan melalui platform Pan-Asia Power Grid Initiative.
 
Platform regional unggulan yang baru diluncurkan pada akhir pekan lalu tersebut secara khusus dirancang untuk mengakselerasi perdagangan listrik lintas negara, mengintegrasikan pemanfaatan energi terbarukan berskala masif, sekaligus menjamin keandalan pasokan dan keterjangkauan listrik di penjuru Asia dan Pasifik.
 
"Inisiatif Jaringan Listrik Pan-Asia (Pan-Asia Power Grid Initiative) senilai USD50 miliar ini bertujuan membangun infrastruktur yang dibutuhkan demi Asia dan Pasifik yang lebih terhubung, tangguh, dan sejahtera," ujar Masato, dikutip dari laman resmi ADB, Rabu, 6 Mei 2026.
 
Masato menambahkan terintegrasinya jaringan listrik antarnegara akan memberikan daya tawar ekonomi yang lebih kuat. "Negara-negara yang tetap terhubung lebih mampu menarik investasi dan bertahan menghadapi guncangan dibanding yang menutup diri. Konektivitas adalah jawaban kami atas fragmentasi," tegas dia.
 

Baca juga: ADB Siap Salurkan Bantuan Mendesak untuk Negara Pasifik Terdampak Perang Iran
 

Kejar target 2035

 
Kehadiran Pan-Asia Power Grid Initiative menandai transformasi paradigma ADB, yang kini beralih dari sekadar mendanai proyek-proyek individual menuju pembangunan sistem regional terpadu. Sistem ini diyakini akan menjadi fondasi kokoh bagi pertumbuhan ekonomi dan keamanan energi di kawasan Asia dan Pasifik.
 
Melalui inisiatif pembiayaan baru, dukungan kebijakan, dan kemitraan ini, ADB mematok sejumlah target yang harus dicapai pada 2035. Target tersebut mencakup integrasi 20 gigawatt energi terbarukan, penyambungan 22 ribu kilometer sirkuit jalur transmisi kelistrikan, perluasan akses energi bagi 200 juta penduduk, serta penciptaan 840 ribu lapangan kerja baru.
 
Sebagai katalisator pembangunan, ADB aktif memanfaatkan perannya untuk mempertemukan pemerintah, otoritas regulasi, perusahaan utilitas, hingga sektor swasta dan mitra. Sinergi ini dibangun untuk mengatasi berbagai hambatan regulasi yang selama ini kerap menjadi hambatan pembangunan infrastruktur regional.


(Logo ADB. Foto: Istimewa)
 

Pemanfaatan dana regional

 
Sebelumnya, inovasi pembiayaan campuran atau blended finance ADB telah terbukti sukses memobilisasi modal swasta pada berbagai proyek-proyek lintas batas yang kompleks dan inovatif. Beberapa di antaranya adalah interkoneksi jaringan kelistrikan Bangladesh–India dan Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Angin Musim Hujan di Laos.
 
Sebagai wujud akselerasi interkoneksi listrik di kawasan Asia Tenggara, ADB juga telah meluncurkan Dana Konektivitas Regional. Instrumen keuangan tersebut didukung oleh Australia, Kanada, Jerman, Inggris, dan Uni Eropa yang akan difokuskan untuk memitigasi risiko proyek pada tahap awal, membiayai tahap persiapan, sekaligus memikat lebih banyak aliran modal dari sektor publik maupun swasta.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)