Jerman Tegaskan Pengurangan Pasukan AS Tak Akan Goyahkan Daya Tangkal NATO

Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul. (Anadolu Agency)

Jerman Tegaskan Pengurangan Pasukan AS Tak Akan Goyahkan Daya Tangkal NATO

Muhammad Reyhansyah • 5 May 2026 13:00

Athena: Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul menegaskan keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menarik 5.000 pasukan AS dari Jerman tidak akan mengurangi kemampuan daya tangkal NATO di Eropa.

Wadephul mengatakan Berlin tidak melihat adanya pelemahan pada kapasitas pertahanan konvensional aliansi tersebut meskipun Washington mulai mengurangi kehadiran militernya di kawasan.

"Saya sama sekali tidak meragukan bahwa tidak akan ada pengurangan dalam kemampuan daya tangkal konvensional NATO di Eropa," kata Wadephul dalam konferensi pers di Athena, ibu kota Yunani, dikutip Anadolu, Selasa, 5 Mei 2026.

"Itu bagaimanapun juga akan diimbangi dengan satu cara atau cara lain," lanjutnya.

Pernyataan itu disampaikan Wadephul saat menanggapi keputusan Trump menarik ribuan tentaranya dari Jerman, bersamaan dengan laporan bahwa pemerintahan AS juga menunda rencana penempatan rudal jelajah jarak jauh Tomahawk di negara tersebut sebagai penahan terhadap Rusia.

Kemampuan Pertahanan Eropa

Menurut Wadephul, langkah-langkah individual seperti itu tidak seharusnya dibesar-besarkan. Ia menilai pengurangan pasukan tersebut memang telah luas diperkirakan sebagai bagian dari peninjauan postur pertahanan global Amerika Serikat.

Ia juga mengatakan rencana penempatan rudal jarak jauh AS sejatinya hanya dimaksudkan sebagai langkah sementara sampai Eropa mampu mengembangkan kemampuan serupa.

"Kami sekarang pertama-tama akan mencari dialog erat dengan Amerika Serikat untuk menentukan keputusan apa yang kini telah dibuat secara definitif dan opsi apa yang perlu kami pertimbangkan," ujarnya.

"Dan kedua, kami harus melihat ini sebagai panggilan baru untuk mengembangkan serta menyediakan kemampuan kami sendiri dengan lebih cepat. Tidak ada jalan lain selain itu," sambung Wadephul.

Hubungan Berlin dan Washington Memanas

Ketegangan antara pemerintah Jerman dan pemerintahan Trump meningkat pekan lalu setelah Kanselir Friedrich Merz mengkritik Amerika Serikat karena dinilai tidak memiliki strategi keluar dalam perang Iran.

Merz juga mengatakan warga AS sedang "dipermalukan" oleh rezim Iran selama pembicaraan berlangsung.

Ia turut meragukan konflik itu akan segera berakhir, dengan menyatakan, "Iran jelas lebih kuat dari yang diperkirakan, dan Amerika jelas juga tidak memiliki strategi yang benar-benar meyakinkan dalam perundingan."

Trump kemudian membalas melalui media sosial dengan mengatakan Merz "tidak tahu apa yang dia bicarakan."

Tak lama setelah itu, Pentagon mengumumkan akan menarik 5.000 tentaranya dari Jerman, sementara Trump menyebut pengurangan dalam jumlah yang lebih besar masih akan menyusul.

Media AS juga melaporkan bahwa pemerintahan Trump berencana membatalkan keputusan yang diumumkan Presiden saat itu Joe Biden pada 2024 untuk menempatkan satu batalion persenjataan Tomahawk jarak jauh di Jerman sebagai langkah pencegahan terhadap Rusia.

Baca juga:  Kanselir Merz Tegaskan AS Tetap Mitra NATO Terpenting bagi Jerman

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)