Proses Cek Kesehatan Gratis. Foto: Bakom RI
Tak Hanya Diagnosis, Cek Kesehatan Gratis Berlanjut Jika Ada Risiko Penyakit
Muhamad Marup • 18 September 2026 17:25
Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) tidak hanya berhenti di diagnosis awal atau tahap pemeriksaan. CKG dirancang secara komprehensif.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati mengatakan, CKG tidak hanya berhenti pada tahap pendeteksian kondisi fisik saat itu. CKG juga mencakup langkah penanganan berkesinambungan.
"Masyarakat dipastikan mendapatkan tata laksana medis dan pendampingan," ujar Widyawati, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 18 September 2026.
Ia menjelaskan, langkah medis lanjutan diberikan jika dari hasil skrining ditemukan adanya indikasi atau faktor risiko penyakit. Ia juga memastikan tahapan tersebut langsung dikoordinasikan dengan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sesuai ketentuan.
"Dalam pemeriksaan, bila ditemukan faktor risiko maupun penyakit, masyarakat dipastikan mendapatkan tata laksana medis dan pendampingan. Penanganan ini dikoordinasikan langsung dengan Jaminan Kesehatan Nasional sesuai ketentuan," jelasnya.
Proses Cek Kesehatan Gratis. Foto: Bakom RI
Widyawati mengajak seluruh masyarakat memanfaatkan program CKG minimal satu kali setiap tahun. Langkah proaktif ini krusial dilakukan guna mendeteksi potensi masalah kesehatan sedini mungkin.
"Serta mencegah timbulnya komplikasi penyakit yang lebih berat di kemudian hari," tambahnya.
Untuk memanfaatkan layanan ini, pendaftarannya sangat mudah. Masyarakat dapat mendaftar melalui aplikasi SATUSEHAT Mobile, layanan WhatsApp Chatbot Kemenkes di nomor 0811-1050-0567, atau datang langsung ke Puskesmas terdekat dengan membawa KTP atau Kartu Keluarga.
"Seluruh rangkaian proses, mulai dari registrasi, verifikasi identitas, pemeriksaan kesehatan, hingga edukasi medis dan penyampaian rekomendasi tindak lanjut, diatur secara efektif dengan durasi pelayanan sekitar 60 menit," katanya.