Bangkai KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa. Istimewa
Cuaca Buruk, Operasi SAR Bawah Air Tenggelamnya KM Virgo Transport 8 Ditunda
Denny S • 14 September 2026 23:31
Banjarmasin: Rencana operasi pencarian dan pertolongan (SAR) bawah air terhadap penumpang KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa, tertunda akibat cuaca buruk. Kondisi arus laut yang kuat juga menyebabkan posisi kapal yang terbalik bergeser hingga 1,6 mil laut (nautical mile/NM) dari lokasi awal.
Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyampaikan perkembangan operasi SAR tersebut dalam konferensi pers di posko Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Senin malam, 14 September 2026.
Konferensi pers tersebut dipimpin Wakil Menteri Perhubungan Suntana dan dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin serta Kapolda Kalsel Irjen Rosyanto Yudha Hermawan.
"Hingga hari kedua proses SAR oleh tim gabungan dari total 243 orang penumpang sesuai (POB), 114 korban berhasil ditemukan dan 86 orang selamat dan dua meninggal dunia dievakuasi ke Banjarmasin melalui Pelabuhan Trisakti," kata Syafii seperti dilansir Antara, Senin, 14 September 2026.
Sebanyak 26 korban lainnya telah dievakuasi dalam rangkaian penanganan awal. Sementara itu, 129 penumpang masih dalam pencarian oleh tim gabungan.
Operasi Bawah Air Terkendala Cuaca
Syafii mengatakan operasi pencarian bawah air yang melibatkan Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL, tim penyelam khusus TNI AL, dan Basarnas belum dapat dilaksanakan sesuai rencana.
Selain cuaca ekstrem, pergeseran posisi kapal menjadi kendala bagi tim SAR. Bangkai KM Virgo Transport 8 yang berada dalam posisi terbalik telah bergeser sekitar 1,6 NM dari titik awal.
“Posisi kapal yang bergeser artinya bahwa masih ada sekat-sekat atau ruang-ruang kosong di dalam kapal, sehingga memungkinkan kapal ini masih bisa bergeser melayang,” ungkap Syafii.
Kondisi tersebut turut meningkatkan risiko bagi penyelam. Upaya memasuki ruang udara (air pocket) yang masih mungkin terdapat di dalam kapal dapat membahayakan keselamatan penyelam akibat perubahan tekanan udara secara mendadak.
Tim SAR kini masih melakukan pematangan terhadap sejumlah langkah teknis untuk melanjutkan operasi. Basarnas bersama TNI AL mengkaji beberapa alternatif penanganan terhadap bangkai kapal.
Opsi tersebut meliputi upaya membalikkan posisi kapal yang tengkurap, membuat kapal tenggelam sepenuhnya hingga berada dalam posisi diam di dasar laut, serta menarik bangkai kapal menuju wilayah perairan yang lebih dangkal.
Lokasi kapal berada di perairan dengan kedalaman sekitar 30 meter. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan metode penanganan bangkai kapal sekaligus pelaksanaan pencarian korban yang masih belum ditemukan.