Penyaluran bantuan air bersih yang dilakukan BPBD Kabupaten Cilacap di Desa Bojong, Kecamatan Kawunganten, Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu, 19 September 2026. ANTARA/HO-BPBD Cilacap
Kemarau Panjang, Kekeringan di Cilacap Meluas ke 76 Desa
Silvana Febiari • 19 September 2026 13:59
Cilacap: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, mencatat dampak kekeringan akibat kemarau panjang telah meluas ke 76 desa. Wilayahnya tersebar di 18 kecamatan berdasarkan data per 19 September 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap Taryo mengatakan kondisi tersebut menyebabkan 28.323 keluarga atau 59.333 jiwa membutuhkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Jumlah total distribusi air bersih di Kabupaten Cilacap sebanyak 1.115 tangki atau setara dengan 5.692.000 liter yang sudah diterima oleh 28.323 keluarga atau 59.333 jiwa di 76 desa dan 18 kecamatan," kata Taryo, dilansir dari Antara, Sabtu, 19 September 2026.
Pihaknya mencatat wilayah terdampak tersebar di Kecamatan Nusawungu, Jeruklegi, Gandrungmangu, Patimuan, Kampung Laut, Adipala, Wanareja, Kawunganten, Bantarsari, Cimanggu, Dayeuhluhur, Kedungreja, Sidareja, Cipari, Kroya, Kesugihan, Cilacap Tengah, dan Majenang.
Dampak kekeringan meluas setelah Kabupaten Cilacap berstatus Awas Kekeringan Meteorologis. Status tersebut ditetapkan berdasarkan peringatan dini BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah untuk Dasarian I September 2026 dan diperbarui pada Dasarian II atau periode 11–20 September 2026.
Distribusi air bersih hingga saat ini berasal dari APBD Kabupaten Cilacap sebanyak 277 tangki atau setara 1.370.000 liter. Sedangkan bantuan dari berbagai pihak melalui CSR mencapai 838 tangki atau 4.322.000 liter.
“Hari ini kami bersama sejumlah pihak kembali menyalurkan 18 tangki air bersih ke 13 desa di lima kecamatan,” ucapnya.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyalurkan 23,2 juta liter air bersih dalam rangka menghadapi kekeringan di Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim). ANTARA/HO-Kementerian PU
Distribusi bantuan air bersih tersebut antara lain menyasar Desa Sidaurip dan Karanggintung di Kecamatan Gandrungmangu, Desa Jenang dan Bener di Kecamatan Majenang, Desa Pesahangan di Kecamatan Cimanggu, serta sejumlah desa di Kecamatan Jeruklegi dan Kawunganten.
Penyaluran bantuan air bersih juga didukung berbagai pihak, antara lain PMI Kabupaten Cilacap, Pertamina Patra Niaga, Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy, Lazismu Cilacap, PLTU Adipala Indonesia Power, PT SBI Tbk, Baznas Kabupaten Cilacap, S2P, serta organisasi dan lembaga lainnya.
“PMI Kabupaten Cilacap menjadi salah satu pihak yang memberikan dukungan terbesar dengan menyalurkan 268 tangki atau setara 1.340.000 liter air bersih,” ungkapnya.
BPBD Kabupaten Cilacap terus mendistribusikan air bersih sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak kekeringan. Penyaluran bantuan juga dikoordinasikan dengan pemerintah desa dan pihak lain yang turut membantu penanganan dampak kekeringan.
Taryo mengimbau masyarakat terdampak kekeringan untuk menggunakan bantuan air secara bijak. Warga juga diminta melaporkan kebutuhan air bersih kepada pemerintah desa untuk diteruskan kepada Pemkab Cilacap melalui BPBD.