Ilustrasi salat tarawih dan witir (MI/Andri Widiyanto)
Niat Salat Tarawih untuk Imam dan Makmum Lengkap dengan Syaratnya
Putri Purnama Sari • 18 February 2026 15:11
Jakarta: Salat tarawih merupakan salat sunah muakkad yang sangat dianjurkan dan dilaksanakan pada malam hari selama bulan Ramadan. Waktu pelaksanaannya dimulai setelah salat Isya hingga sebelum fajar (subuh).
Salat tarawih termasuk dalam kategori qiyamul lail, yaitu salat malam yang bertujuan untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta mengharap ampunan dari Allah SWT.
Apa Itu Salat Tarawih?
Secara bahasa, kata tarawih berarti “beristirahat atau tempat istirahat”. Penamaan ini merujuk pada adanya jeda istirahat di antara setiap dua rakaat. Hukum salat tarawih adalah sunah muakkad (sangat dianjurkan) dan dapat dikerjakan secara berjamaah maupun sendiri di rumah.Salat Tarawih memiliki landasan sebagaimana yang dijelaskan dalam HR. Ahmad sebagai berikut:
Artinya: “Sesungguhnya Ramadan adalah bulan dimana Allah mewajibkan puasanya, dan sesungguhnya aku menyunnahkan qiyamnya untuk orang-orang Islam. Maka barang siapa berpuasa Ramadan dan qiyam Ramadan karena iman dan mencari pahala, maka ia (pasti) keluar dari dosa-dosanya sebagaimana pada hari ia dilahirkan oleh ibunya.” (HR Ahmad )
Jumlah Rakaat Salat Tarawih
Jumlah rakaat salat tarawih memiliki beberapa perbedaan pendapat di kalangan ulama. Sebagian umat Islam melaksanakan 8 rakaat yang diakhiri dengan 3 rakaat witir, sehingga totalnya menjadi 11 rakaat.Sementara itu, ada pula yang melaksanakan 20 rakaat dan ditutup dengan 3 rakaat witir, sehingga totalnya menjadi 23 rakaat.
Dilansir dari Rumah Fiqih, perbedaan ini terjadi karena tidak terdapat hadis sahih yang secara tegas dan spesifik menetapkan jumlah rakaat tarawih yang dilakukan Rasulullah SAW.
Oleh karena itu, para ulama memiliki pendapat yang beragam, mulai dari 8, 11, 13, 20, 23, bahkan 36 rakaat. Namun, jumlah rakaat yang paling umum dilaksanakan di Indonesia adalah 11 rakaat dan 23 rakaat.
Jam Berapa Salat Tarawih Dilaksanakan?

Ilustrasi pexels
Salat tarawih dilaksanakan pada malam hari selama bulan Ramadan, setelah salat Isya hingga menjelang waktu sahur, dan ditutup dengan salat witir.
Secara umum, salat tarawih termasuk bagian dari salat tahajud. Namun, karena dikerjakan secara khusus pada bulan Ramadan, maka disebut sebagai salat tarawih.
Salat tarawih dan witir merupakan amalan utama di bulan Ramadan dan dianjurkan untuk dikerjakan setiap malam. Pelaksanaannya dilakukan dengan salam setiap dua rakaat.
Bacaan Niat Salat Tarawih
1. Niat Salat Tarawih untuk Imam
Ushalli sunnatat taraawiihi rak‘ataini imaaman lillaahi ta‘aalaa.
Artinya: “Saya niat salat sunah Tarawih dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”
2. Niat Salat Tarawih untuk Makmum

Ushalli sunnatat taraawiihi rak‘ataini ma’muuman lillaahi ta‘aalaa.
Artinya: “Saya niat salat sunnah Tarawih dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”
3. Niat Salat Tarawih Sendiri

Ushalli sunnatat taraawiihi rak‘ataini mustaqbilal qiblati lillaahi ta‘aalaa.
Artinya: “Saya niat salat sunnah Tarawih dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Syarat Salat Tarawih
Melansir dari Wakaf Salman, terdapat beberapa syarat dalam pelaksanaan salat tarawih:- Dilaksanakan setelah salat Isya dan sebelum waktu Subuh.
- Diniatkan dengan ikhlas karena Allah SWT.
- Memenuhi rukun dan syarat sah salat, seperti membaca Al-Fatihah, membaca surah Al-Quran, rukuk, sujud, dan duduk di antara dua sujud.
- Dapat dilakukan secara berjamaah di masjid atau di rumah, maupun secara sendiri.
- Mengikuti tuntunan Rasulullah SAW, termasuk menjaga kekhusyukan dan adab selama salat.
- Dilaksanakan dua rakaat-dua rakaat dan ditutup dengan salat witir berjumlah ganjil.
(Jessica Nur Faddilah)