Cast dan tim produksi Chicago The Musical berpose usai konferensi pers di Jakarta. Musikal Broadway ini akan dipentaskan 8–12 April 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki. (Foto: Dok. Ist)
Siap Pentas di Jakarta April 2026, Chicago The Musical Suguhkan Satir tentang Sensasi dan Manipulasi Citra
Patrick Pinaria • 20 February 2026 15:37
Jakarta: Musikal legendaris Broadway, Chicago The Musical, akan hadir di Jakarta pada April 2026. Pertunjukan ini diperkenalkan kepada publik melalui konferensi pers di The Dharani House, Jakarta.
Chicago The Musical akan digelar di Graha Bhakti Budaya pada 8-12 April 2026. Dikenal sebagai salah satu musikal paling berpengaruh dalam sejarah Broadway, Chicago telah dipentaskan ribuan kali di berbagai negara.
Adaptasi filmnya pada 2002 juga meraih enam Piala Oscar, termasuk kategori Best Picture. Capaian yang memperkuat posisinya sebagai karya yang melampaui panggung teater dan menjadi fenomena budaya populer.
Berbeda dari banyak musikal lainnya, Chicago berangkat dari kisah nyata. Naskahnya terinspirasi laporan jurnalistik Maurine Dallas Watkins, reporter kriminal Chicago Tribune pada 1920-an, yang meliput persidangan kasus pembunuhan dengan terdakwa perempuan.
Dari ruang sidang, Watkins menyaksikan bagaimana opini publik dapat dipengaruhi pesona personal, publisitas, dan sensasionalisme media—tema yang kemudian menjadi kritik tajam dalam cerita Chicago tentang relasi antara kejahatan, media, dan manipulasi citra.
Produksi di Jakarta menghadirkan adaptasi berlisensi resmi dengan dialog dalam Bahasa Indonesia, sementara seluruh lagu tetap dibawakan dalam Bahasa Inggris untuk mempertahankan karakter jazz khas Broadway. Pertunjukan ini diproduksi oleh ADPRO bekerja sama dengan Jakarta Art House, dengan standar produksi internasional.
Sutradara sekaligus produser, Aldafi Adnan, mengatakan musikal ini tidak hanya menawarkan kemewahan panggung, tetapi juga kritik sosial yang relevan hingga kini.
"Chicago The Musical bukan hanya soal kemewahan panggung, tetapi juga kritik sosial yang tetap relevan. Kami ingin penonton pulang dengan sebuah pertanyaan: di dunia yang penuh kepalsuan ini, apakah kita masih bisa menemukan kejujuran, ataukah kita semua bagian dari sebuah pertunjukan besar?" ujar Aldafi.
Koreografi legendaris karya Bob Fosse diadaptasi oleh koreografer Indonesia, Hamada Abdool, yang menghadirkan interpretasi gerak presisi dan berkarakter kuat. Sementara arahan musik ditangani Ivan Tangkulung, menjaga kekuatan aransemen jazz dan nuansa big band yang menjadi ciri khas pertunjukan ini.

Para performer memperagakan koreografi khas Chicago yang terinspirasi gaya Bob Fosse, mengedepankan presisi gerak dan ekspresi teatrikal. (Foto: Dok. Ist)
Sejumlah performer ternama terlibat dalam produksi ini. Peran Roxie Hart dibawakan Putri Indam Kamila, Velma Kelly oleh Galabby, dan Billy Flynn oleh Gusty Pratama. Turut tampil pula Triarona, Kathy Permata, serta Ricky Alvano.
Dengan dialog satir, komedi gelap, serta nomor musikal enerjik, Chicago menyuguhkan kisah tentang ambisi, manipulasi media, dan permainan kekuasaan-tema yang dinilai tetap relevan di tengah derasnya arus informasi dan budaya sensasi saat ini.
Kehadiran produksi ini juga dinilai menjadi bagian dari geliat industri kreatif Jakarta yang terus berkembang, khususnya dalam seni pertunjukan musikal. Minat publik terhadap teater musikal disebut meningkat dalam beberapa tahun terakhir, membuka peluang kolaborasi dan memperluas ekosistem pertunjukan nasional.
Tiket pertunjukan Chicago The Musical pada 8-12 April 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, tersedia melalui laman resmi penyelenggara: http://goers.co/chicagothemusical2026. Informasi terbaru dapat diakses melalui akun Instagram @by.adpro.