Berkas Diduga Serpihan Pesawat ATR 400 Masih Diteliti

Tim SAR Gabungan bersiap melakukan pencarian pesawat ATR 400, di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu, 17 Januari 2026. Metrotvnews.com/ Muhammad Syawaluddin.

Berkas Diduga Serpihan Pesawat ATR 400 Masih Diteliti

Muhammad Syawaluddin • 18 January 2026 07:31

Makassar: Tim SAR Gabungan masih melaksanakan operasi untuk pencarian pesawat ATR 400 yang jatuh di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Dalam proses pencarian Tim menemukan berkas dan serpihan yang diduga dari pesawat tersebut. 

Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen Bangun Nawoko, mengatakan pihaknya mendapatkan informasi jika di puncak Gunung Bulusaraung ditemukan berkas dan serpihan yang diduga dari pesawat ATR 400.

"Kami menerima informasi awal dari seorang pendaki yang berada di puncak Gunung Bulu Saraung, yang menemukan beberapa serpihan dan kertas-kertas," katanya di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu, 17 Januari 2026.

Bangun mengatakan serpihan kertas tersebut kemudian dibawa ke Kantor Desa Tompobulu, lalu selanjutnya diserahkan ke Polres Pangkep untuk dilakukan pemeriksaan apakah berkas atau kertas setelah serpihan itu memang dari pesawat ATR 400.

"Saat ini barang-barang tersebut berada di Polres Pangkep untuk memastikan apakah itu benar merupakan bagian dari serpihan pesawat," jelas Bangun. 

Pihak TNI juga telah mendirikan posko di Desa Tompobulu untuk memudahkan pencarian di lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat jatuhnya pesawat ATR 400 tersebut.

Tim SAR Gabungan bersiap melakukan pencarian pesawat ATR 400, di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu, 17 Januari 2026. Metrotvnews.com/ Muhammad Syawaluddin.

"Di Tompobulu juga telah didirikan posko untuk mempercepat pergerakan tim pencari darat, dengan estimasi waktu tempuh sekitar satu jam menuju lokasi temuan serpihan. Mudah-mudahan besok pagi tim sudah bisa mencapai lokasi tersebut," jelas Bangun. 

Sebelumnya sebuah pesawat tujuan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dikabarkan hilang. Pesawat ATR 400 Indonesia Air Transport itu hilang kontak saat berada di Kabupaten Maros.

Dari informasi yang beredar kapal tersebut hilang kontak pada pukul 13.17 WITA saat berada di sekitaran perbatasan Maros dan Pangkep. Dalam pesawat rute Yogyakarta-Makassar tersebut diperkirakan ada 11 orang yang terdiri dari delapan orang crew dan tiga orang penumpang.

 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)