Ilustrasi. Foto: dok Meikarta.
Tak Sekadar Hunian, Meikarta Bangun Kota Mandiri Inklusif
Ade Hapsari Lestarini • 19 January 2026 14:54
Cikarang: Sepanjang 2025 menjadi fase penting dalam perjalanan Meikarta yang berlokasi di Koridor Timur Jakarta. Kawasan yang sejak awal dirancang sebagai kota mandiri ini terus menunjukkan perkembangan bertahap, tidak hanya sebagai area hunian, tetapi juga sebagai ruang hidup yang semakin aktif, inklusif, dan terbuka bagi masyarakat.
Meikarta secara konsisten menjadi tuan rumah berbagai kegiatan publik berskala besar dan optimalisasi fasilitas pendukung. Presiden Direktur PT Mahkota Sentosa Utama, Indra Azwar, mengatakan berbagai kegiatan yang digelar mencerminkan fungsi kawasan sebagai ruang bersama yang relevan dengan kebutuhan masyarakat urban.
"Keberagaman acara ini membentuk karakter Meikarta sebagai ruang publik yang ramah keluarga dan terbuka bagi lintas komunitas, lintas generasi, serta lintas minat. Antusiasme pengunjung dari berbagai daerah memperlihatkan kawasan ini telah tumbuh menjadi destinasi aktivitas yang semakin dikenal dan dimanfaatkan secara luas," kata Indra, dalam keterangan tertulis, Senin, 19 Januari 2026.
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian publik adalah festival musik Dijogetin, yang digelar pada akhir Januari dan Oktober 2025. Mengusung konsep musik dangdut dengan sentuhan modern, acara ini berhasil menarik ribuan penonton dan memadati area Central Park Meikarta. Perpaduan konsep hiburan tradisional dan teknologi panggung modern menunjukkan kesiapan kawasan dalam mendukung penyelenggaraan acara berskala besar secara tertib dan terorganisasi.
Selain itu, pada pertengahan Desember 2025, Central Park Meikarta juga menjadi lokasi penyelenggaraan festival budaya Jepang ChiChibu Matsuri, yang menghadirkan ragam pertunjukan budaya dan mendapat sambutan positif dari pengunjung.

Ruang terbuka hijau
Di luar aktivitas event, Central Park Meikarta terus berkembang sebagai ruang terbuka hijau yang dimanfaatkan oleh penghuni dan masyarakat sekitar. Area ini dilengkapi dengan taman bermain anak, wahana rekreasi keluarga, jogging track, wisata danau, hingga berbagai fasilitas pendukung lainnya yang mendorong aktivitas luar ruang secara berkelanjutan.
Seluruh dinamika kawasan tersebut ditopang oleh keberadaan fasilitas gaya hidup terintegrasi, seperti area komersial, bioskop, pusat hiburan keluarga, foodhall, serta berbagai pilihan restoran dan kafe yang berada di Meikarta Central. Dengan kombinasi pembangunan kawasan yang berjalan bertahap, pemanfaatan ruang publik yang aktif, serta fasilitas pendukung yang terus dimaksimalkan, Meikarta terus berproses sebagai ekosistem urban yang tumbuh dan matang, sejalan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan kawasan Koridor Timur Jakarta.
Komitmen terhadap pelestarian budaya lokal turut tercermin pada April 2025, ketika Central Park Meikarta menjadi lokasi Pagelaran Wayang Golek dalam rangka Idulfitri, sebagai bagian dari Pesta Rakyat Kabupaten Bekasi 2025. Ribuan warga memadati area pertunjukan sejak sore hingga malam hari, memperkuat fungsi kawasan sebagai ruang publik yang inklusif sekaligus wadah ekspresi budaya tradisional.
Ketua Panitia Pagelaran Wayang Golek, Asep Sanjaya, menyampaikan kegiatan tersebut disambut dengan antusias oleh masyarakat. Ia berharap, selain menjadi hiburan, pertunjukan wayang dapat terus menjadi media penyampaian pesan moral dan nilai budaya kepada generasi muda. Aktivitas kawasan Meikarta juga diramaikan oleh Meikarta Speedway Fun Race 2025 di Sirkuit NP Meikarta-Cikarang pada awal Oktober lalu. Ajang ini diikuti lebih dari 500 starter dari berbagai daerah di Indonesia dan menjadi ruang bagi komunitas otomotif untuk menyalurkan minat secara aman dan sportif.
Ketua Panitia Meikarta Speedway Fun Race 2025, Andreas Wiratma, menilai ajang tersebut menunjukkan perkembangan positif dunia balap nasional. "Kegiatan ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga ruang kreatif bagi generasi muda untuk berprestasi dan menyalurkan hobi secara bertanggung jawab," ujar dia.