Puskesmas 24 Jam Bandung Diluncurkan, Melahirkan Langsung Dapat Akta dan KIA

Puskesmas Ibrahim Adjie siaga 24 jam. (Metrotvnews.com/Roni K)

Puskesmas 24 Jam Bandung Diluncurkan, Melahirkan Langsung Dapat Akta dan KIA

Roni Kurniawan • 15 January 2026 10:51

Bandung: Pemerintah Kota Bandung meluncurkan layanan Puskesmas 24 Jam Bandung Utama untuk memperluas akses sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan primer. Program ini terintegrasi dengan layanan administrasi kependudukan, sehingga ibu yang melahirkan di puskesmas dapat langsung memperoleh akta kelahiran, Kartu Identitas Anak (KIA), dan pembaruan Kartu Keluarga.

Peluncuran dilakukan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan secara luring di Puskesmas Ibrahim Adjie, Kamis, 15 Januari 2026. Farhan menilai layanan puskesmas yang beroperasi penuh 24 jam menjadi kebutuhan mendesak bagi kota besar seperti Bandung dan merupakan bagian dari pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) sektor kesehatan.

"Layanan kesehatan adalah bagian dari SPM yang wajib dipenuhi pemerintah daerah. Dan standar itu dari waktu ke waktu harus semakin tinggi," ujar Farhan, usai peresmian.


Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Metrotvnews.com/ Roni Kurniawan

Ia berharap puskesmas dapat menjadi garda terdepan pelayanan, sehingga warga tidak harus langsung menuju rumah sakit saat menghadapi kondisi darurat. Melalui skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Universal Health Coverage (UHC), masyarakat didorong memanfaatkan fasilitas kesehatan tingkat pertama sebelum mendapatkan rujukan.

Farhan juga mengaitkan penguatan layanan kesehatan dengan kondisi sosial ekonomi Kota Bandung. Meski pertumbuhan ekonomi diproyeksikan mencapai 5,3 persen, tantangan kesenjangan masih terasa.

"Jumlah penduduk miskin memang menurun dan tingkat pengangguran terbuka juga berkurang. Namun kualitas kemiskinan justru memburuk. Yang miskin makin miskin dan yang kaya makin kaya masih terjadi," kata Farhan.

Menurutnya, intervensi pelayanan publik harus lebih presisi berbasis karakteristik wilayah. Pemkot Bandung kini memiliki basis data melalui Program Prakarsa dan pendataan hingga tingkat RW yang telah mencapai 100 persen.

"Puskesmas 24 jam ini bagian dari penyelesaian masalah mendasar. Kita selesaikan dulu ‘skin care’-nya sebelum make up dan lipstik," beber Farhan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Sony Adam menyebut program ini merupakan komitmen menghadirkan layanan kesehatan yang responsif bagi masyarakat perkotaan.

"Hari ini kita launching secara luring di Puskesmas Ibrahim Adjie dan secara daring dari Puskesmas Garuda. Selanjutnya, Insya Allah akan menyusul lima puskesmas lainnya," sahut Sony.

Lima puskesmas yang akan menyusul adalah Pagarsih, Kopo, Padasuka, Cipadung, dan Cipamokolan. Model layanan tahap awal akan menjadi prototipe untuk direplikasi di lokasi lain.

"Puskesmas Ibrahim Adjie telah bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, sehingga seluruh proses administrasi kependudukan bagi ibu melahirkan dapat langsung dilayani di puskesmas," pungkas Sony.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)