Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Foto: MI/Insi Nantika Jelita.
Stok BBM Aman, Bahlil: Tidak Perlu Ada Panic Buying
Eko Nordiansyah • 11 March 2026 10:43
Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengimbau masyarakat tidak perlu panic buying atau gegabah membeli ataupun menimbun bahan bakar minyak (BBM). Terutama setelah mendengar kabar harga minyak mentah dunia naik akibat perang pecah di kawasan Teluk.
Bahlil menjelaskan stok BBM di dalam negeri masih cukup dan aman untuk kebutuhan masyarakat.
"Saya menyarankan dan meminta tidak perlu ada panic buying karena memang stok BBM kita cukup. Jadi, yang dimaksud dengan 21 hari sampai 25 hari itu adalah storage kita, tetapi itu kan, dia pergi dan datang lagi, industri kita jalan terus, dan impor kita nggak ada masalah," kata Bahlil saat ditemui wartawan di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu, 11 Maret 2026.
Bahlil melanjutkan terlepas adanya krisis di negara-negara Teluk, yang ditambah dengan pembatasan akses Selat Hormuz oleh Angkatan Laut Iran, pasokan BBM Indonesia masih diyakini aman.
"Di Timur Tengah itu, kita cuma important crude, minyak mentahnya, sementara minyak jadinya kita impor dari negara Asia Tenggara dan produksi dalam negeri. Jadi, harusnya nggak perlu ada sampai (panic buying) begitu ya," ujar dia.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
BBM subsidi tidak akan naik
Bahlil juga memastikan harga BBM subsidi tidak naik sampai Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, meskipun harga minyak mentah dunia melonjak hingga sempat melampaui USD100 per barel."Pemerintah, kemarin kita juga melakukan pembahasan dengan Menteri Keuangan, saya dapat memastikan untuk menyangkut subsidi BBM, sampai dengan Hari Raya (Idulfitri) insyaallah tidak ada kenaikan apa-apa. Jadi, negara hadir untuk memastikan sekali pun ada kenaikan harga minyak mentah dunia, tetapi untuk subsidi tetap sama, tidak ada kenaikan harga, untuk minyak subsidi ya," ujar Bahlil.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan ketersediaan anggaran untuk subsidi BBM, terutama selama bulan Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri, masih aman.
"Kita masih aman, masih kuat. Ini kan baru beberapa hari naiknya. Kita kan subsidinya setahun penuh. Rata-rata setahun USD70 (per barel) asumsi kita. Ini kan baru beberapa hari saya. Jadi, belum cukup untuk mengubah anggaran kita. Jadi, kita masih bisa absorb," kata Purbaya.