Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis (kiri). Foto: Istimewa.
Batam Catat Pertumbuhan Ekonomi 6,76 Persen pada 2025
Anggi Tondi Martaon • 9 March 2026 19:29
Jakarta: Kota Batam mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,76 persen (year-on-year) pada 2025 tanpa bergantung pada sektor minyak dan gas. Hal itu mencatatkan Batam sebagai kabupaten kota dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Kepulauan Riau, sekaligus melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi provinsi dan nasional.
Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, menyampaikan bahwa capaian pertumbuhan ekonomi tanpa migas tersebut menunjukkan bahwa transformasi ekonomi Batam semakin bertumpu pada sektor industri dan investasi.
“Pertumbuhan ekonomi Batam sebesar 6,76 persen tanpa migas menunjukkan bahwa mesin ekonomi Batam digerakkan oleh sektor-sektor produktif seperti industri manufaktur, perdagangan, logistik, serta investasi yang terus meningkat. Ini menjadi bukti bahwa Batam berkembang sebagai pusat industri dan perdagangan internasional yang semakin kompetitif,” ujar Fary melalui keterangan tertulis, Senin, 9 Maret 2026.
Di bawah kepemimpinan Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Batam yang juga Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, Batam terus memperkuat perannya sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi di kawasan barat Indonesia.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau pada 2025 tercatat 5,88 persen. Sementara pertumbuhan ekonomi nasional berada pada angka 5,11 persen.
Selain mencatat pertumbuhan tertinggi, Batam menjadi penyumbang terbesar perekonomian Kepulauan Riau. Kontribusinya mencapai 66,44 persen terhadap total ekonomi provinsi pada 2025.
Baca Juga :
Sementara itu Kabupaten Natuna mengalami kontraksi -1,61 persen. Hal itu diakibatkan dinamika sektor ekonomi tertentu.
Kinerja ekonomi Batam didorong oleh meningkatnya aktivitas industri pengolahan, konstruksi, perdagangan, transportasi dan logistik, serta arus investasi yang terus menguat. Struktur ekonomi yang berbasis manufaktur, perdagangan internasional, dan jasa logistik memberikan fondasi pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan.
Capaian pertumbuhan ekonomi tanpa migas yang tertinggi di Kepulauan Riau ini menjadi sinyal kuat bahwa Batam terus melaju sebagai pusat aktivitas ekonomi modern, kawasan industri strategis, serta gerbang investasi internasional di wilayah barat Indonesia.
Menurut politikus Partai Gerindra itu, pengukuran pertumbuhan ekonomi tanpa migas penting untuk menggambarkan kekuatan ekonomi daerah secara lebih nyata dan berkelanjutan. Menurut dia, sektor migas sangat dipengaruhi oleh harga energi dunia dan volume produksi sehingga sering menimbulkan fluktuasi yang tidak mencerminkan aktivitas ekonomi lokal.
"Dengan melihat pertumbuhan tanpa migas, kita dapat melihat secara lebih jelas bahwa ekonomi Batam tumbuh karena kekuatan industri, perdagangan, dan investasi,” ungkap Fary.

Ilustrasi Kota Batam. Foto: Dok. Kemenpar.
Eks Ketua Komisi V DPR itu juga menegaskan bahwa posisi strategis Batam di jalur perdagangan internasional, kedekatannya dengan Singapura dan Malaysia, serta pengembangan kawasan industri yang terus dilakukan menjadi faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah.
“Batam memiliki keunggulan geografis dan ekosistem industri yang kuat. Dengan dukungan infrastruktur, kemudahan investasi, dan konektivitas logistik internasional, Batam semakin memperkokoh perannya sebagai hub investasi dan industri berdaya saing global,” ujar Fary.