Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna bersama para pejabat Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta. Foto: ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Targetkan 2.500 SPPG di Papua Beroperasi Penuh pada 17 Agustus 2026
Kautsar Widya Prabowo • 16 December 2025 21:35
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menargetkan 2.500 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Papua dapat berfungsi dan beroperasi penuh paling lambat pada 17 Agustus 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas layanan makan bergizi gratis (MBG) bagi anak-anak hingga ibu hamil di Papua.
“Anda katakan Maret, itu sangat bagus, tapi kita mengerti kondisi fisik tidak mudah. Kita siap kalau ada kemunduran. Saya kira yang jelas kita berharap Agustus, kita berharap 17 Agustus 2026 untuk Papua semua 2.500 SPPG sudah berfungsi,” ujar Prabowo saat memberikan pengarahan kepada kepala daerah se-Papua dan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua di Istana Negara, Selasa, 16 Desember 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo lebih dulu menanyakan progres pelaksanaan program MBG di Papua kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. Dadan melaporkan telah berdiri 179 SPPG di seluruh wilayah Papua.
“Sebanyak 179, Pak. Terdiri dari 65 di Papua, 42 di Papua Barat, 8 di Papua Selatan, 30 di Papua Tengah, 5 di Papua Pegunungan, dan 28 di Papua Barat Daya,” kata Dadan.
Baca Juga:
Presiden Minta Petugas Pengantar MBG Harus Prima |
.jpeg)
Ilustrasi SPPG. Metrotvnews
Prabowo kemudian menanyakan target total SPPG yang dibutuhkan di Papua. Menurut Dadan, kebutuhan mencapai sekitar 2.500 SPPG, termasuk di wilayah terpencil, dengan total penerima manfaat sekitar 750 ribu orang.
“Dengan total penerima manfaat kurang lebih 750 ribu orang, dana yang akan turun ke Papua bisa mencapai tiga kali lipat. Kalau di Jawa 750 ribu penerima manfaat membutuhkan sekitar Rp7,5 triliun, maka di Papua bisa mencapai sekitar Rp25 triliun karena faktor indeks kemahalan,” jelas Dadan.
Prabowo kembali memastikan kesiapan pencapaian target tersebut. Dadan menyampaikan dengan dukungan investor, pembangunan SPPG di Papua ditargetkan rampung pada Maret 2026.
“Sekarang sudah ada investor yang bersedia membangun di Papua. Yang mendaftar di pemerintah daerah ada 275 investor, dan totalnya nanti sekitar 300 investor yang akan membangun di sana,” ungkap Dadan.