Finlandia menerapkan pola pengasuhan anak yang menekankan penghormatan terhadap hak anak. Foto: Yhteiskuntaorientaatio.fi,Pasi Markkanen/Suomi-kuvapankki
Cara Finlandia Mendidik Anak, Utamakan Dialog dan Hak Sejak Dini
Fajar Nugraha • 14 July 2026 15:12
Jakarta: Finlandia menerapkan pola pengasuhan anak yang menekankan penghormatan terhadap hak anak, komunikasi yang terbuka, dan tanggung jawab bersama dalam keluarga.
Mengutip artikel yang diterbitkan Yhteiskuntaorientaatio.fi, pendekatan ini menjadi bagian dari sistem pendidikan dan kesejahteraan sosial yang telah lama diterapkan di negara tersebut.
Di Finlandia, membesarkan anak dipandang sebagai proses yang melibatkan orang tua, sekolah, serta dukungan dari negara. Karena itu, pengasuhan tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan fisik anak, tetapi juga perkembangan emosional, sosial, dan mental sejak usia dini.
Orang Tua Memiliki Tanggung Jawab yang Sama
Dalam keluarga di Finlandia, ibu dan ayah memiliki tanggung jawab yang setara dalam mengasuh anak. Keduanya diharapkan terlibat aktif dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari merawat, mendidik, hingga mendukung tumbuh kembang anak.Pembagian peran tersebut juga didukung oleh berbagai kebijakan pemerintah, seperti cuti orang tua dan layanan pendidikan anak usia dini. Tujuannya agar setiap anak memperoleh perhatian yang cukup dari kedua orang tuanya.
Selain itu, keluarga juga didorong untuk membangun komunikasi yang terbuka sehingga setiap anggota keluarga dapat menyampaikan pendapat dan perasaannya dengan nyaman.
Menghormati Hak Anak
Finlandia menempatkan hak anak sebagai salah satu prinsip utama dalam pengasuhan. Anak dipandang sebagai individu yang memiliki hak untuk didengar, dihormati, dan dilibatkan dalam keputusan yang sesuai dengan usia serta tingkat kedewasaannya.Orang tua didorong untuk mendengarkan pendapat anak dan memberikan kesempatan kepada mereka belajar mengambil keputusan secara bertahap. Pendekatan tersebut bertujuan menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus melatih tanggung jawab sejak dini.
Meski demikian, orang tua tetap berperan menetapkan batasan dan memberikan arahan agar anak memahami aturan yang berlaku di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Disiplin Mengutamakan Dialog
Dalam sistem pengasuhan Finlandia, disiplin tidak identik dengan hukuman fisik. Orang tua lebih dianjurkan menggunakan dialog untuk menjelaskan alasan suatu perilaku dianggap benar atau salah.Anak diajak memahami konsekuensi dari tindakannya melalui percakapan yang tenang dan saling menghormati. Cara ini diharapkan dapat membantu anak mengembangkan kemampuan mengendalikan diri tanpa rasa takut.
Finlandia juga melarang segala bentuk kekerasan fisik terhadap anak sebagai metode disiplin. Karena itu, orang tua didorong mencari pendekatan yang lebih edukatif dalam menyelesaikan konflik di dalam keluarga.
Lingkungan yang Mendukung Tumbuh Kembang Anak
Selain keluarga, sekolah dan layanan publik turut berperan dalam mendukung perkembangan anak.Guru, tenaga kesehatan, dan pekerja sosial bekerja sama dengan orang tua apabila anak membutuhkan bantuan dalam proses belajar maupun perkembangan emosional.
Finlandia juga menyediakan berbagai layanan konseling dan dukungan keluarga agar orang tua dapat memperoleh pendampingan ketika menghadapi tantangan dalam pengasuhan. Pendekatan tersebut mencerminkan bahwa membesarkan anak merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas orang tua.
Pola pengasuhan di Finlandia menunjukkan bahwa membangun karakter anak tidak hanya bergantung pada aturan yang ketat, tetapi juga pada komunikasi yang sehat, penghormatan terhadap hak anak, dan keterlibatan aktif seluruh anggota keluarga.
Melalui pendekatan tersebut, anak didorong tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, dan mampu menghargai orang lain. Dukungan dari keluarga, sekolah, serta negara menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak sejak usia dini.
(Keysa Qanita)