Raja Harald V wafat pada usia 89 tahun. (Anadolu Agency)
Masa Berkabung Selesai, Raja Harald V Akan Dimakamkan di Oslo Norwegia Rabu Ini
Willy Haryono • 9 September 2026 09:03
Oslo: Raja Harald V dari Norwegia akan dimakamkan pada Rabu, 9 September 2026, dalam rangkaian prosesi yang menandai berakhirnya 13 hari masa berkabung nasional setelah sang raja wafat di usia 89 tahun.
Harald wafat setelah lebih dari tiga dekade bertakhta. Ia dikenal sebagai sosok reformis yang secara bertahap keluar dari bayang-bayang ayahnya, Raja Olav V, yang dikenal luas sebagai raja populer dan karismatik.
Dikutip dari Global Banking and Finance, prosesi pemakaman akan dimulai dengan iring-iringan berjalan kaki dari Istana Kerajaan menuju Katedral Oslo pada pukul 12.00 waktu setempat atau 10.00 GMT.
Upacara keagamaan dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 13.00 waktu setempat dan diawali dengan mengheningkan cipta selama satu menit secara nasional.
Sejumlah anggota keluarga kerajaan dan kepala negara dari berbagai negara dijadwalkan menghadiri pemakaman tersebut. Mereka antara lain Pangeran William dan Putri Anne dari Inggris, Putra Mahkota Akishino dan Putri Mahkota Kiko dari Jepang, Raja Felipe, Ratu Letizia dan Ratu Sofia dari Spanyol, keluarga kerajaan Swedia, serta Raja Frederik dan Ratu Mary dari Denmark.
Ratu Mette-Marit Diperkirakan Hadir
Ratu Mette-Marit, 53, diperkirakan menghadiri prosesi pemakaman. Namun, ia akan menggunakan mobil bersama janda Harald, Ratu Sonja, 89, lantaran masih menjalani pemulihan setelah menjalani transplantasi paru-paru pada Juni.Pekan lalu, Mette-Marit membatalkan rencana menghadiri upacara pengambilan sumpah suaminya, Raja Haakon VIII, di parlemen setelah mengalami komplikasi pascaoperasi.
Putranya, Marius Borg Hoiby, juga diperkirakan hadir. Hoiby merupakan anak Mette-Marit dari hubungan sebelum pernikahannya dengan Haakon.
Kehadiran Hoiby menjadi sorotan karena ia saat ini menjalani tahanan rumah dan menggunakan alat pemantau elektronik setelah dinyatakan bersalah atas kasus pemerkosaan dan kekerasan dalam rumah tangga. Hoiby mengajukan banding atas vonis tersebut.
Hoiby sebelumnya menjadi salah satu pembawa peti jenazah Harald ketika jenazah sang raja dipindahkan ke kapel kerajaan. Keputusan tersebut menuai kritik dari sejumlah pihak di Norwegia maupun luar negeri.
Harald Dimakamkan di Akershus Fortress
Setelah upacara di Katedral Oslo, prosesi yang lebih kecil akan membawa peti jenazah Harald menuju ruang bawah tanah kerajaan di Benteng Akershus yang menghadap pelabuhan Oslo.Peti jenazah Harald akan ditempatkan di dalam sarkofagus bersama jenazah kedua orang tuanya.
Setelah Haakon keluar dari ruang bawah tanah tersebut, masa berkabung nasional secara resmi akan berakhir. Bendera Norwegia yang selama 13 hari dikibarkan setengah tiang akan kembali dinaikkan penuh.
Polisi Norwegia menyebut pengamanan pemakaman Harald sebagai operasi terbesar yang pernah direncanakan kepolisian negara tersebut. Kerumunan besar diperkirakan memadati pusat Oslo.
Sejumlah sekolah juga memberikan kesempatan kepada para siswa untuk tidak mengikuti kegiatan belajar agar dapat menghadiri prosesi pemakaman.
Raja Populer hingga Akhir Hayat
Ratusan ribu warga Norwegia telah memberikan penghormatan terakhir kepada Harald dengan meletakkan bunga, lilin, dan bendera di luar Istana Kerajaan. Sebagian lainnya datang untuk melihat peti jenazah Harald di kapel kerajaan.Harald dikenang banyak warga karena kehangatan dan sikap inklusifnya. Haakon dalam pidato pertamanya sebagai raja juga menggambarkan Harald sebagai sosok ayah yang luar biasa.
Dukungan terhadap monarki Norwegia pun masih tergolong kuat. Jajak pendapat Norstat untuk penyiar NRK yang dipublikasikan pada 1 September menunjukkan 72 persen warga Norwegia masih mendukung monarki. Sebanyak 20 persen memilih republik atau bentuk pemerintahan lainnya.
Jajak pendapat tersebut menjadi survei pertama yang dilakukan setelah wafatnya Harald.
Baca juga: Mengenal Haakon VIII, Raja Baru Norwegia Pengganti Harald V