Atlet panjat tebing disiplin speed Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi. Foto: Antara.
Desak Made Jadi Atlet Panjat Tebing Speed Nomor 1 Dunia
Anggi Tondi Martaon • 7 July 2026 21:58
Jakarta: Atlet putri panjat tebing disiplin speed Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi, menempati peringkat satu dunia dalam daftar speed Federasi Panjat Tebing Internasional atau International Federation of Sport Climbing (IFSC). Capaian tersebut diperoleh setelah menjuarai World Climbing Series Krakow, Polandia, 3-5 Juli 2026.
"Peringkat ini penting bagi atlet agar semakin percaya diri menghadapi Asian Games 2026," kata Pelatih Timnas Panjat Tebing Disiplin Speed Indonesia, Galar Pandu Asmoro, dikutip dari Antara, Selasa, 7 Juli 2026.
Menurut dia, pencapaian peringkat sangat penting bagi atlet. Salah satunya meningkatkan kepercayaan diri untuk menghadapi turnamen-turnamen berikutnya.
Berdasarkan data IFSC, posisinya semakin kokoh dengan tambahan poin dari nomor speed estafet putri (women relay), ketika dia meraih perunggu. Pemanjat asal Bali itu berhasil mengumpulkan total 3.670 poin guna berada di puncak.
"Pencapaian itu juga menunjukkan bahwa Indonesia masih kompetitif di disiplin speed," tambah Galar.
Untuk posisi kedua ditempat Aleksandra Miroslaw dari Polandia dengan total 3.610 poin. Sedangkan peringkat ketiga diraih rekan senegaranya, yaitu Natalia Kalucka dengan 3.495 poin alias selisih 60 poin.
Kemudian di posisi keempat, Yafei Zhou dari China mengemas 3.422 poin. Posisi kelima dan keenam masing-masing ditempati Jimin Jeong asal Korea Selatan dengan 3.286 poin, serta Emma Hunt (Amerika Serikat) yang membukukan 3.203 poin.

Ilustrasi panjat tebing. Foto: Antara.
Dalam daftar peringkat, atlet speed putri Indonesia lainnya, Rajiah Salsabillah berhasil mengumpulkan 1.903 poin guna berada di posisi ke-15. Sedangkan Kadek Adi Asih di peringkat ke-23 dengan 982 poin.
Sementara untuk speed putra Indonesia, Raharjati Nursamsa berada di peringkat ketujuh dunia dengan 2.750 poin. Anstasyafi Robby Al Hilmi menyusul di peringkat ke-16 lewat 1.545 poin.
Lalu Veddriq Leonardo di peringkat ke-22 (1.172 poin), Kiromal Katibin ke-24 (1.119 poin), Aditya Tri Syahria di posisi ke-26 (985 poin), dan terakhir Alfian Muhammad Fajri di peringkat ke-53 (193 poin).
Berdasarkan regulasi IFSC, setiap keikutsertaan di Series World Climbing, akan menentukan perolehan poin bagi atlet. Sehingga perubahan peringkat akan berlangsung dinamis atau bisa berubah sewaktu-waktu.