Gempa M5,5 Guncang Talaud, BMKG: Akibat Subduksi Lempeng Laut Maluku

Pusat gempa di Talaud, Selasa, 7 Juli 2026. (Antara)

Gempa M5,5 Guncang Talaud, BMKG: Akibat Subduksi Lempeng Laut Maluku

Lukman Diah Sari • 7 July 2026 16:08

Manado: Gempa bumi magnitudo (M) 5,5 mengguncang Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, pada Selasa, 7 Juli 2026. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan, gempa tersebut akibat aktivitas subduksi lempeng Laut Maluku.

"Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng Laut Maluku. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa itu memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust fault)," kata Wijayanto, melansir Antara.

Dia mengungkap, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) hingga pukul 14.30 WIB. Berdasarkan laporan masyarakat gempa bumi tersebut dirasakan dengan skala intensitas II-III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu) di Naha.

"Selanjutnya, II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang) di Tobelo," ujar dia.

Ilustrasi grafik intensitas gempa bumi. (Anadolu Agency)

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diharapkan menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi. Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.

Pada Selasa, 7 Juli 2026, pukul 14.16 WIB wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud dan Maluku Utara diguncang gempa bumi tektonik, dengan magnitudo 5,5 pada kedalaman 40 kilometer. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 3.21° LU; 127.47° BT, tepatnya berlokasi di laut pada jarak 107 kilometer arah barat laut Pulau Doi dan tidak berpotensi tsunami.

(Lukman Diah Sari)