Prancis Distribusikan 1.000 AC ke Rumah Sakit Paris Hadapi Gelombang Panas

Ilustrasi Anadolu

Prancis Distribusikan 1.000 AC ke Rumah Sakit Paris Hadapi Gelombang Panas

Fajar Nugraha • 3 July 2026 19:42

Paris: Sekitar 1.000 unit pendingin ruangan (AC) akan dikirimkan ke rumah sakit di kawasan Paris hingga akhir pekan sebagai persiapan menghadapi gelombang panas kedua yang diperkirakan melanda Prancis.

Laporan dari BFM TV pada Jumat, 3 Juli 2026 menyebutkan, kebijakan tersebut menyusul keputusan pemerintah Prancis memesan 30.000 unit AC untuk rumah sakit di seluruh negeri guna meningkatkan kesiapan menghadapi gelombang panas pada masa mendatang.

Sambil menunggu distribusi dari pemerintah, sejumlah rumah sakit di Paris telah lebih dulu membeli AC tambahan.

Kepala Departemen Hematologi Rumah Sakit Saint-Louis, Emmanuel Raffoux, menilai penambahan AC sangat penting untuk melindungi pasien dan tenaga medis.

"Saya pikir ini sangat penting dan benar-benar diperlukan untuk menghadapi gelombang panas kedua, terutama jika terjadi dalam waktu yang berdekatan," ujar Raffoux, dikutip Anadolu, Jumat, 3 Juli 2026.

Raffoux menambahkan tubuh manusia masih berupaya pulih setelah gelombang panas sebelumnya. Menurutnya, pasien yang masih menjalani perawatan di rumah sakit berisiko mengalami gelombang panas kedua selama masa rawat inap yang sama.

Pada gelombang panas pekan lalu, suhu di beberapa ruang perawatan rumah sakit di Paris dilaporkan mencapai 32 derajat Celcius. Kondisi tersebut mendorong rumah sakit di ibu kota segera membeli tambahan AC untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan pasien.

Jaringan Rumah Sakit Umum Paris (AP-HP) menyatakan telah memasang dan membeli sekitar 800 unit AC sejak akhir musim panas 2025 hingga pertengahan 2026. Dalam waktu kurang dari sepekan, AP-HP juga kembali mengadakan 1.000 unit AC tambahan.

AP-HP berharap biaya pengadaan tersebut dapat diganti oleh pemerintah setelah program nasional pengadaan 30.000 unit AC untuk rumah sakit mulai dijalankan. Prancis sendiri baru saja mengalami beberapa hari dengan suhu ekstrem di atas 35  derajat Celsius di banyak wilayah sehingga meningkatkan kebutuhan terhadap perangkat pendingin ruangan.

(Keysa Qanita)

(Fajar Nugraha)