Trump Sebut Berkas Epstein Tak Ungkap Apa pun Terkait Dirinya

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: Anadolu

Trump Sebut Berkas Epstein Tak Ungkap Apa pun Terkait Dirinya

Muhammad Reyhansyah • 4 February 2026 14:38

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa, 3 Februari 2026 mengatakan bahwa publik seharusnya beralih ke isu lain menyusul rilis terbaru berkas terkait mendiang terpidana pelaku kejahatan seksual, Jeffrey Epstein. Trump mengeklaim tidak ada temuan baru yang merugikannya dan justru menyebut dirinya menjadi sasaran konspirasi.

“Saya pikir memang sudah saatnya negara ini beralih ke hal lain, sekarang setelah tidak ada apa pun yang muncul tentang saya, selain bahwa ini adalah konspirasi terhadap saya, secara harfiah oleh Epstein dan orang-orang lain,” ujar Trump kepada wartawan di Ruang Oval saat ditanya mengenai rilis kumpulan dokumen terbaru tersebut, dikutip dari Anadolu, Rabu, 4 Februari 2026.

Ia menambahkan bahwa seorang jurnalis bernama Michael Wolff disebut terlibat dalam konspirasi itu bersama Epstein. 

“Seorang reporter bernama (Michael) Wolff dan Epstein bersekongkol. Ini baru keluar kemarin, bersekongkol melawan saya untuk berjuang sekeras mungkin agar saya kalah dalam pemilu. Itu satu-satunya hal yang disebut tentang saya,” kata Trump.

Trump juga menilai isu tersebut lebih berkaitan dengan Partai Demokrat. “Ini benar-benar masalah Demokrat. Ini bukan masalah Partai Republik,” ujarnya.

Ketika didesak mengenai nama-nama lain yang tercantum dalam berkas Epstein, termasuk miliarder teknologi Elon Musk dan Menteri Perdagangan Howard Lutnick, Trump menanggapi singkat. “Saya yakin mereka baik-baik saja. Kalau tidak, itu sudah menjadi berita besar,” katanya.

Rilis terbaru dokumen terkait Epstein yang dikeluarkan Departemen Kehakiman AS pada Jumat lalu memang menyebut sejumlah tokoh ternama, termasuk Musk dan Lutnick. Dokumen tersebut menunjukkan bahwa Musk pernah mengirim surel kepada Epstein pada masa liburan 2012 dengan pertanyaan, “Apakah kamu merencanakan pesta?”

Musk sebelumnya berulang kali membela diri. Pada September 2025, ia menulis di platform media sosial X miliknya bahwa Epstein “pernah mencoba mengajak saya ke pulau miliknya dan SAYA MENOLAK.” Setelah rilis dokumen terbaru, Musk kembali menegaskan bahwa ia “selalu menolak” undangan Epstein.

Berkas tersebut juga menunjukkan Lutnick dan keluarganya sempat mengoordinasikan perjalanan ke Karibia serta meminta bertemu Epstein untuk makan malam pada 2012. Namun, Lutnick mengatakan kepada The New York Times pekan ini, “Saya tidak menghabiskan waktu sama sekali dengannya.”

Epstein ditemukan tewas di sel penjara New York pada 2019 saat menunggu persidangan atas dakwaan perdagangan seks. Ia sebelumnya mengaku bersalah di pengadilan Florida dan divonis pada 2008 atas tuduhan memperdagangkan anak di bawah umur untuk prostitusi, meskipun vonis tersebut kerap dikritik sebagai hukuman yang terlalu ringan.

Para korban Epstein menuduhnya mengoperasikan jaringan perdagangan seks berskala luas yang melibatkan kalangan kaya dan elite politik.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)