PPI Dunia Dorong Peran Mahasiswa lewat Lomba Jurnalistik Kebencanaan

Lomba Jurnalistik dan Penulisan Berita bertema “Banjir di Sumatera: Dampak, Penanganan, dan Harapan ke Depan". (Dok. Istimewa)

PPI Dunia Dorong Peran Mahasiswa lewat Lomba Jurnalistik Kebencanaan

Duta Erlangga • 2 February 2026 14:20

Jakarta: Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Turki bersama PPI Tunisia dan Bursa Literasi sukses menyelenggarakan Lomba Jurnalistik dan Penulisan Berita bertema “Banjir di Sumatera: Dampak, Penanganan, dan Harapan ke Depan". Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan Awarding Ceremony yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat, 30 Januari 2026 malam, pukul 20.00 WIB.

Lomba ini menjadi ruang aktualisasi intelektual bagi mahasiswa Indonesia, baik yang menempuh pendidikan di dalam maupun luar negeri, untuk berkontribusi dalam isu kebencanaan nasional melalui karya jurnalistik. Lebih dari 200 mahasiswa Indonesia dari berbagai disiplin ilmu dan negara turut berpartisipasi aktif, mencerminkan tingginya kepedulian generasi muda terhadap isu kemanusiaan dan lingkungan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan lomba news writing yang mendorong peserta mengulas persoalan banjir di Sumatera secara komprehensif, mulai dari dampak sosial dan lingkungan, upaya penanganan, hingga harapan serta rekomendasi ke depan. Meski sebagian besar peserta tidak terjun langsung ke lokasi bencana, karya-karya yang dihasilkan tetap menunjukkan kontribusi nyata melalui gagasan, analisis kritis, solusi, serta rekomendasi kebijakan berbasis pengetahuan.

Ketua Pelaksana kegiatan, Lolandra, menegaskan bahwa lomba ini merupakan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa terhadap bangsa.

“Kontribusi untuk negeri tidak selalu harus hadir secara fisik di lapangan. Mahasiswa memiliki peran strategis melalui pemikiran, analisis, dan tulisan. Melalui karya jurnalistik, mahasiswa dapat menjadi suara publik sekaligus penggerak kesadaran kolektif,” ujarnya.

Setelah tahap lomba penulisan, kegiatan dilanjutkan dengan Workshop Jurnalistik dan Penulisan Berita yang diselenggarakan pada 20 Januari 2026. Workshop ini bertujuan meningkatkan kapasitas peserta dalam memahami kaidah jurnalistik, etika pemberitaan, serta teknik penulisan berita yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.


PPI Dunia Dorong Peran Mahasiswa lewat Lomba Jurnalistik Kebencanaan. (Dok. Istimewa)

Acara puncak Awarding Ceremony diawali dengan keynote speech oleh Andika Ibrahim Nasution, selaku Koordinator PPI Dunia 2025–2026, kemudian dilanjutkan dengan sambutan perwakilan PPI Turki dan PPI Tunisia yang menegaskan pentingnya peran mahasiswa diaspora dalam menyuarakan isu-isu strategis Indonesia di tingkat global.

Dalam paparannya, Andika menekankan bahwa jurnalisme mahasiswa harus menjadi sarana edukasi publik, bukan sekadar ajang kompetisi.

“Karya jurnalistik mahasiswa memiliki kekuatan moral dan intelektual. Jika dikelola dengan baik, tulisan-tulisan tersebut dapat menjadi rujukan, bahkan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan publik,” ungkapnya.
 

Baca Juga:

Apresiasi juga disampaikan oleh Anies Baswedan melalui sebuah video pesan yang ditayangkan dalam rangkaian Awarding Ceremony. Dalam video tersebut, Anies menekankan pentingnya literasi, nalar kritis, dan integritas dalam dunia jurnalistik mahasiswa.

“Lomba ini mengajak para peserta menumbuhkan nalar kritis, memperluas literasi, serta menjaga etika dalam menyampaikan informasi. Teruslah mengasah pena dan menjaga integritas dalam setiap karya,” ujar Anies Baswedan dalam video pesannya.

Adapun para pemenang Lomba Jurnalistik dan Penulisan Berita adalah:
  • Juara I: I Made Yoko Vista Yoga — Gorontalo, Universitas Negeri Gorontalo
  • Juara II: Agusthin Lismalyani Mawar Syahputri — Bandung, UIN Sunan Gunung Djati Bandung
  • Juara III: Moh. Andy Iqbal — PPI Turki, Bursa Uluda? University
Panitia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, khususnya para media partner, yaitu Times Indonesia, CNN Indonesia, Narasi Academy, Tribun News, Metro TV, NNC, dan Indonesia Update ID.

“Dukungan media memiliki peran penting dalam memperluas dampak literasi serta meningkatkan kesadaran publik terhadap isu kebencanaan,” ujar Lolandra.

Melalui kegiatan ini, PPI Turki, PPI Tunisia, dan Bursa Literasi menegaskan bahwa mahasiswa Indonesia, khususnya yang berada di Turki dan Tunisia, tetap memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kondisi bangsa meskipun berada di tanah perantauan. Jarak geografis tidak menjadi penghalang untuk terus berkontribusi bagi Indonesia melalui pemikiran, tulisan, dan karya intelektual yang berdampak.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Rosa Anggreati)