Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi menyerahkan bantuan dana tunggu hunian (DTH) secara simbolis kepada 259 warga terdampak bencana yang kehilangan tempat tinggal sebesar Rp1,8 juta untuk masa tiga bulan di Aula Setdakab Kantor Bupati setempat, Rabu, 28 Janua
259 KK di Aceh Tamiang Mulai Terima Dana Tunggu Hunian
Silvana Febiari • 29 January 2026 08:44
Aceh Tamiang: Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menyalurkan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) perdana kepada 259 kepala keluarga yang kehilangan tempat tinggal. Bantuan sebesar Rp1,8 juta per KK ini diberikan untuk tiga bulan ke depan, terhitung Januari, Februari, dan Maret 2026.
"Tercatat 259 KK telah menerima bantuan DTH perdana sebesar Rp600 ribu per bulan. Pada tahap ini, DTH disalurkan sekaligus untuk masa tiga bulan dengan nominal Rp1,8 juta per KK," kata Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi, dikutip dari Antara, Kamis, 29 Januari 2026.
Ia menjelaskan, korban banjir bandang penerima DTH berasal dari tiga kecamatan, yakni Banda Mulia, Kejuruan Muda, dan Bendahara. ?Bantuan tersebut bersumber dari Dana Siap Pakai (DSP) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang dialokasikan untuk membantu masyarakat kehilangan rumah (hanyut) atau kategori rusak berat.
?"Pemerintah sangat memahami bahwa kehilangan tempat tinggal merupakan beban yang sangat berat. Penyerahan DTH adalah wujud nyata kehadiran negara dalam mendampingi masyarakat menghadapi masa sulit ini bersama-sama," ujarnya.
Ia menjelaskan DTH stimulan untuk memenuhi kebutuhan hunian selama proses pemulihan berlangsung. Bantuan ini diharapkan dipergunakan sebagai penyambung kebutuhan tempat tinggal sementara proses percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi (PRR) pasca-bencana.
Ia juga menginstruksikan para camat dan BPBD terus mendampingi warga dalam proses administrasi, terutama validasi data. Tujuannya agar seluruh bantuan tepat sasaran kepada warga membutuhkan.
?"Saya berpesan pastikan proses verifikasi valid dan akurat. Jangan sampai ada hak masyarakat yang terlewatkan. Untuk rumah yang mengalami rusak berat, kita sedang mengupayakan langkah berikutnya, termasuk koordinasi bantuan stimulan hingga Rp60 juta untuk pembangunan kembali," jelasnya.

Petugas mengoperasikan eskavator untuk membersihkan jalan akses antardesa dari batang-batang kayu gelondongan pascabanjir bandang di Desa Tanjung Karang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Minggu, 7 Desember 2025. ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prako
?Ia menjelaskan penyaluran DTH difokuskan bagi masyarakat yang saat ini tidak berada di fasilitas hunian sementara (huntara) maupun hunian tetap (huntap). Program ini menjadi solusi cepat untuk memenuhi kebutuhan sandang dan papan korban bencana.
"Ketiga kecamatan yang menjadi penerima tahap awal DTH, kita nilai paling responsif dan paling cepat dalam mengirimkan kelengkapan data administrasi serta hasil verifikasi warga terdampak," ungkap Armia.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tamiang Iman Suhery mengatakan penerima DTH di tiga kecamatan berjumlah 270 KK. Namun, baru 259 KK yang datanya masuk, sehingga tersisa 11 KK.
"270 KK tersebut merupakan pengungsi dari Kecamatan Kejuruan Muda 150 KK, Bendahara 105 KK, dan Banda Mulia 15 KK. 11 KK lagi tetap terakomodir, mereka masih melakukan penyempurnaan administrasi yang belum lengkap," kata dia.
Pada pekan depan, Pemkab Aceh Tamiang bakal mengusulkan kembali bantuan DTH tahap kedua. Bantuan ini ditujukan untuk 314 KK yang difokuskan di Kecamatan Tenggulun dan Tamiang Hulu.