Klasemen Akhir Grup C Piala Dunia 2026: Brasil Juara Grup, Maroko Runner-up

Maroko vs Haiti Piala Dunia 2026. (Instagram/@equipedumaroc)

Klasemen Akhir Grup C Piala Dunia 2026: Brasil Juara Grup, Maroko Runner-up

Riza Aslam Khaeron • 25 June 2026 10:28

Jakarta: Persaingan di Grup C Piala Dunia 2026 akhirnya tuntas setelah dua pertandingan pamungkas selesai digelar pada hari Kamis, 25 Juni 2026. Brasil memastikan diri keluar sebagai juara grup setelah menundukkan Skotlandia, sementara Maroko mengunci posisi kedua berkat kemenangan dramatis atas Haiti.

Brasil finis di puncak klasemen Grup C dengan koleksi tujuh poin dari tiga pertandingan. Selecao mencatatkan dua kemenangan dan satu hasil imbang, dengan produktivitas mengesankan lewat tujuh gol memasukkan dan hanya satu kali kebobolan.

Maroko berada tepat di bawah Brasil dengan raihan poin yang sama. Namun, tim Singa Atlas harus puas menyandang status runner-up karena kalah selisih gol dari Brasil.

Sementara itu, Skotlandia menempati peringkat ketiga dengan raihan tiga poin. Di dasar klasemen, Haiti harus menyudahi perjalanan mereka setelah menelan tiga kekalahan beruntun.
 

Skotlandia 0-3 Brasil


Laga Skotlandia vs Brasil Piala Dunia 2026. (Dok. Scottish FA)

Brasil mengunci status juara Grup C setelah melibas Skotlandia dengan skor telak 3-0 di Miami Stadium. Kemenangan meyakinkan ini sekaligus membawa Brasil melaju ke babak 32 besar dengan modal tren positif.

Vinicius Junior menjadi bintang kemenangan Brasil dalam laga ini. Penyerang andalan Real Madrid tersebut langsung membuka keunggulan saat laga baru berjalan tujuh menit, memanfaatkan kelengahan di lini belakang Skotlandia.

Tertinggal gol cepat membuat Skotlandia berada di bawah tekanan. Meski mereka mencoba merespons dan keluar menyerang, Brasil tetap memegang kendali permainan dan terus menciptakan sejumlah peluang berbahaya.

Vinicius Junior sempat kembali menggetarkan jala gawang Skotlandia setelah berhasil merebut bola dari Jack Hendry. Namun, gol tersebut dianulir wasit setelah peninjauan VAR karena Vinicius dinilai telah melakukan pelanggaran terlebih dahulu.

Brasil akhirnya berhasil menggandakan keunggulan pada masa tambahan waktu babak pertama. Berawal dari umpan silang akurat Bruno Guimaraes yang gagal diantisipasi dengan baik oleh pertahanan Skotlandia, Vinicius Junior menyambutnya dengan sundulan tajam yang berbuah gol kedua.

Memasuki babak kedua, Brasil tampil semakin nyaman dalam mengontrol jalannya pertandingan. Skotlandia terus berusaha mencari gol memperkecil kedudukan, namun kiper Alisson Becker tampil sangat sigap di bawah mistar gawang saat mementahkan peluang emas dari Lewis Ferguson dan Scott McTominay.

Pesta gol Brasil akhirnya ditutup pada menit ke-60. Bruno Guimaraes kembali menjadi kreator serangan dengan melepaskan umpan matang kepada Matheus Cunha, yang kemudian melepaskan tembakan keras ke tiang dekat tanpa bisa dihalau kiper lawan.

Kemenangan 3-0 ini memastikan Brasil mengakhiri fase grup dengan perolehan tujuh poin. Di babak 32 besar nanti, sang juara Grup C dijadwalkan akan menantang runner-up dari Grup F.
 

Maroko 4-2 Haiti


Laga Maroko vs Haiti Piala Dunia 2026. (Instagram/@equipedumaroc)

Pada pertandingan lainnya, Maroko harus memeras keringat sebelum akhirnya sukses menundukkan Haiti dengan skor 4-2. Singa Atlas sempat dua kali tertinggal dari tim lawan, tetapi karakter pantang menyerah membuat mereka bangkit dan mengamankan kemenangan.

Haiti sempat mengejutkan Maroko ketika laga baru berjalan 10 menit. Umpan silang dari Jean-Kevin Duverne ke dalam kotak penalti salah diantisipasi oleh lini pertahanan Maroko; sentuhan tak sengaja dari Lenny Joseph membuat bola memantul mengenai kiper Yassine Bounou dan bersarang ke gawang sendiri.

Gol bunuh diri tersebut menjadi momen bersejarah bagi Haiti. Pasalnya, itu merupakan gol pertama yang berhasil dicetak oleh negara Kepulauan Karibia tersebut di panggung Piala Dunia setelah dinanti selama lebih dari lima dekade.

Maroko yang tersengat langsung meningkatkan intensitas serangan guna mencari gol penyeimbang. Upaya mereka baru membuahkan hasil pada menit ke-39 melalui sontekan Achraf Hakimi, yang memanfaatkan bola muntah hasil tembakan Bilal El Khannouss yang ditepis kiper Haiti, Johny Placide.

Namun, Haiti kembali mengejutkan publik stadion tidak lama berselang. Wilson Isidor mencetak gol indah lewat sepakan spekulasi jarak jauh pada menit ke-43, membawa Les Grenadiers kembali memimpin dengan skor 2-1.

Sayangnya, keunggulan Haiti tidak bertahan lama menjelang half-time. Pada masa tambahan waktu babak pertama, Ismael Saibari sukses menyamakan kedudukan menjadi 2-2 setelah menuntaskan umpan tarik matang dari Hakimi.

Selepas jeda, Maroko mengambil alih kendali permainan dan terus mengurung pertahanan Haiti. Singa Atlas akhirnya berbalik unggul untuk pertama kalinya pada menit ke-78 lewat Soufiane Rahimi, yang menyambar bola liar hasil situasi sepak pojok hingga arahnya berbelok dan mengecoh kiper lawan.

Gessime Yassine kemudian mengunci kemenangan Maroko lewat golnya pada menit ke-89. Gol tersebut sekaligus menutup pertandingan dengan skor akhir 4-2 untuk keunggulan Maroko.
Hasil ini membuat Maroko finis di posisi kedua Grup C dengan koleksi tujuh poin. Mereka berhak melaju ke babak 32 besar dan dijadwalkan akan menantang juara dari Grup F.

Di sisi lain, kekalahan ini membuat Haiti gagal mewujudkan ambisinya untuk membawa pulang poin perdana sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia.
 
Baca Juga:
Menang atas Haiti 4-2, Maroko Susul Brasil ke 32 Besar
 

Klasemen Akhir Grup C Piala Dunia 2026


Keterangan:
Pts = poin, F = gol memasukkan, A = gol kemasukan, GD = selisih gol, TCS = Team Conduct Score (poin disiplin tim berdasarkan kartu).
 

Brasil dan Maroko Lolos ke Fase Gugur

Hasil akhir ini memastikan Brasil dan Maroko keluar sebagai dua tim teratas yang lolos otomatis dari Grup C. Meskipun kedua negara sama-sama mengoleksi tujuh poin, Brasil berhak menyegel takhta puncak klasemen berkat keunggulan selisih gol.

Brasil menutup fase grup sebagai tim dengan pertahanan paling solid. Selain produktif dengan torehan tujuh gol, gawang Selecao tercatat hanya kebobolan satu kali sepanjang turnamen berjalan, yaitu saat bermain imbang 1-1 kontra Maroko, disusul kemenangan bersih tanpa kebobolan atas Haiti (3-0) dan Skotlandia (3-0).

Di kubu lawan, Maroko juga memamerkan mentalitas yang kuat. Walau sempat tertinggal dua kali dari Haiti, Singa Atlas membuktikan kelasnya untuk membalikkan keadaan sekaligus mengunci tiket fase gugur. Dalam perjalanan fase grup ini, Maroko tercatat sukses membungkam Skotlandia (1-0) serta menaklukkan Haiti (4-2).

Kedua tim kini bersiap menatap babak 32 besar dengan status masing-masing sebagai juara dan runner-up grup.

Sementara itu, Skotlandia yang finis di peringkat ketiga dengan tiga poin kini hanya bisa pasrah dengan modal satu kemenangan melawan Haiti (1-0). Nasib mereka untuk melaju ke babak berikutnya sangat bergantung pada hasil klasemen akhir peringkat tiga terbaik dari grup-grup lainnya.

Adapun bagi Haiti, perjalanan mereka memang harus berakhir di dasar klasemen tanpa raihan poin. Namun, tim asal Karibia tersebut tetap bisa pulang dengan kepala tegak.

Diwarnai keberhasilan mencetak gol perdana mereka di Piala Dunia setelah 52 tahun absen (sejak penampilan debut mereka pada edisi 1974), gol spektakuler jarak jauh dari Wilson Isidor di laga terakhir bahkan disebut-sebut sebagai salah satu gol terindah pada turnamen kali ini. Haiti mengakhiri kampanye mereka dengan rasa hormat dan apresiasi yang tinggi.

(Arga Sumantri)