Personel BPBD Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Pemalang, Jumat, 26 Juni 2026. ANTARA/HO-Humas BNPB
Musim Kemarau, Tiga Kabupaten di Jateng Dilanda Kekeringan
Silvana Febiari • 27 June 2026 20:50
Klaten: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan tiga kabupaten di Jawa Tengah (Jateng) dilanda kekeringan seiring masuknya musim kemarau. Wilayah yang masih mengalami kekeringan meliputi Kabupaten Klaten, Pemalang, dan Boyolali.
"BNPB mengimbau warga tetap bijak dalam pemanfaatan air. Pendistribusian air dengan mobil tangki merupakan penanganan jangka pendek. Apabila masih terjadi peluang hujan maka masyarakat dapat memanen air hujan sebagai cadangan air," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, dilansir dari Antara, Sabtu, 27 Juni 2026.
Dampak kekeringan yang melanda di sejumlah wilayah di Kabupaten Klaten meliputi Desa Kendalsari, Tegalmulyo, Tlogowatu dan Sidorejo. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten mencatat 2.498 keluarga atau 8.319 jiwa terdampak kekeringan di wilayah tersebut.
BPBD Kabupaten Klaten melaporkan bencana kekeringan tersebut sejak awal Juni 2026. Sebanyak 377 keluarga atau 1.450 jiwa telah menerima bantuan 60 ribu liter air bersih, sementara distribusi bantuan selanjutnya akan dilakukan secara bertahap.
Di Kabupaten Pemalang, dampak kekeringan melanda tiga desa di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Belik, Bawang, dan Pulosari. Data sementara BPBD Pemalang mencatat 166 keluarga terdampak kekeringan dan telah didistribusikan 4 ribu liter air bersih untuk warga di Desa Pulosari.

Ilustrasi kemarau. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/foc.
Kemudian dampak kekeringan juga terjadi di Kabupaten Boyolali, BPBD mencatat 42 keluarga atau 125 jiwa kesulitan air bersih. Desa-desa terdampak yaitu Desa Ketoyan, Kecamatan Wonosegoro dan Desa Samiran, Kecamatan Selo. BPBD telah mendistribusikan 5 ribu liter air bersih kepada warga dua desa.
Selain kesulitan air bersih, Abdul mengingatkan pemerintah daerah juga meningkatkan kewaspadaan ancaman kebakaran hutan dan lahan. "BNPB meminta pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada dan siap siaga. Upaya pencegahan merupakan langkah efektif dalam penanganan maupun meluasnya dampak kebakaran," ujarnya.